Warga yang bermukim di bantaran kali diminta waspada banjir kiriman

id bantaran kali

Warga yang bermukim di bantaran kali diminta waspada banjir kiriman

Sejumlah rumah warga , Kelurahan Oebufu, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur dibangun di bantaran kali Liliba yang rawan banjir pada saat musim hujan, (ANTARA FOTO/Benny Jahang)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang mengimbau warga yang bermukim di bantaran kali agar mewaspadai banjir kiriman selama cuaca ekstrem melanda wilayah ibu kota Nusa Tenggara Timur.
Kupang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang mengimbau warga yang bermukim di bantaran kali agar mewaspadai banjir kiriman selama cuaca ekstrem melanda wilayah ibu kota Nusa Tenggara Timur.

"Warga Kota Kupang yang bermukim di kawasan bantaran kali mencapai ratusan kepala keluarga, kami minta untuk waspada selama hujan lebat masih terus mengguyur Kota Kupang karena rawan tertimpa banjir," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang Ade Manafe kepada Antara di Kupang, Selasa (19/3).

Ade menegaskan hal itu terkait banyaknya penduduk Kota Kupang yang tinggal dikawasan bantaran kali yang rawan banjir seperti di Kelurahan Tuak Daun Merah, Oebufu, Liliba dan Manutapen.

Ia mengatakan, berdasarkan penjelasan BKMG bahwa hujan dengan intensitas lebat akan mengguyur wilayah ibu kota provinsi NTT hingga awal April 2019, sehingga dibutuhkan kewaspadaan dini warga yang bermukim di bantaran kali untuk selalu waspada terhadap banjir.

"Kami berharap warga yang bermukim di bantaran kali selalu waspada terutama pada malam hari. Apabila curah hujan sangat lebat dan terjadi banjir maka sebaiknya berhati-hati," kata Ade.

Menurut Ade, BPBD secara rutin mengimbau warga yang bermukim di bantaran kali untuk pindah ke lokasi yang lebih aman jika terjadi banjir kiriman.

"Kami sudah berulang kali meminta warga agar pindah ketempat yang lebih aman tetapi selalu ditolak karena alasan tidak memiliki tempat lain untuk membangun rumah," kata Ade. 

Baca juga: 11 rumah rusak akibat banjir bandang di Flores Timur
Baca juga: Labuan Bajo-Ruteng putus total
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar