1.577 Wisman ke Alor selama 2016

id Wisata

1.577 Wisman ke Alor selama 2016

Objek wisata bawah laut di perairan Pulau Pantar menjadi salah satu daya pikat bagi wisatawan manca negara untuk berkunjung ke Nusa Kenari--sebutan khas Pulau Alor.

Taman laut Alor merupakan salah satu destinasi unggulan di provinsi kepulauan itu selain wisata bawah laut Labuan Bajo maupun di perairan Flores Timur.
Kupang (Antara NTT) - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke destinasi wisata di Kabupaten Alor dan pulau-pulau kecil lainnya selama 2016 mencapai sekitar 1.577 orang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu ketika dikonfirmasi Antara di Kupang, Sabtu, mengatakan jumlah kunjungan wisman ke Nusa Kenari--sebutan khas Pulau Alor--terus meningkat dari waktu ke waktu.

"Umumnya mereka datang ke daerah yang berbatasan langsung dengan wilayah perairan laut negara Timor Leste itu untuk menikmati destinasi unggulan wisata bawah laut di Perairan Pantar," ujarnya.

Ia mengatakan banyak wisatawan bertestimoni bahwa taman laut di Perairan Pantar sudah berkelas dunia dan tidak kalah bersaing dengan destinasi serupa seperti Bunaken di Sulawesi Utara, Wakatobi di Sulawesi Tenggara serta Raja Ampat di Papua Barat.

Dia mengatakan, taman laut Alor merupakan salah satu destinasi unggulan di provinsi kepulauan itu selain wisata bawah laut Labuan Bajo maupun di perairan Flores Timur.

Atas keunggulan itu, lanjutnya, destinasi tersebut juga sudah terpilih sebagai wisata bahwa laut terpopuler dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia 2016.

Marius menyebutkan, selain wisata bawah laut, Alor juga memiliki destinasi unik dan eksotik seperti Kampung Adat Takpala, Pantai Mali, wisata rohani Al Quran dari kulit kayu yang berusia ratusan tahun, dan budaya masyarakat tradisional di pegunungan yang masih terperlihara.

"Alor juga dikenal dengan satu-satunya kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang memiliki puluhan bahasa. Satu desa dengan desa tetangga berbeda-beda bahasa, dan mereka saling berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia," katanya.

Menurut dia, meskipun kunjungan wisatawan asing ke daerah setempat terus meningkat namun jumlahnya masih di bawah wisatawan domestik yang mencapai 7.215 dalam periode yang sama.

Untuk itu, dia menyarankan agar pemerintah kabupaten setempat agar terus memperkuat upaya promosi, baik melalui media masa maupun mengikuti berbagai event expo.

"Kita mengapresiasi karena hampir setiap tahun Alor juga memiliki event Expo Alor dan tahun lalu juga menyertakan wisatawan asing dari Darwin, Australia yang datang dengan yacht (kapal layar kecil)," katanya.

Dia menambahkan, pemerintah provinsi juga akan terus mempromosikan semua destinasi unggulan di daerah setempat hingga ke berbagai negara dalam setiap kesempatan.

"Untuk promosi ke berbagai negara kita juga bekerja sama dengan radio internasional Perancis dan Australia, dan kita menjelaskan langsung semua destinasi unggulan di NTT melalui siaran tersebut," demikian Marius Ardu Jelamu.