Logo Header Antaranews Kupang

Wagub NTT: Serunai 2025 mencegah uang palsu jelang Natal

Kamis, 11 Desember 2025 06:53 WIB
Image Print
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma memberikan sambutan dalam acara Layanan Penukaran Uang–Kick Off “Serunai 2025” di Kupang, Rabu (10/12/2025). ANTARA/HO-Humas Pemprov NTT

Kupang (ANTARA) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma mengatakan pelaksanaan Semarak Rupiah Hari Natal Penuh Damai (Serunai) 2025 langkah penting memastikan ketersediaan uang layak edar sekaligus mencegah peredaran uang palsu menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Layanan penukaran uang dalam Serunai 2025 tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Natal, tetapi juga menjadi upaya nyata mencegah peredaran uang palsu yang sering merugikan pedagang kecil,” katanya di Kupang, Rabu (10/12).

Ia mengatakan hal itu saat menghadiri acara Layanan Penukaran Uang–Kick Off Serunai 2025 (Semarak Rupiah Hari Natal Penuh Damai).

Ia menilai kebutuhan uang layak edar meningkat signifikan pada periode hari besar keagamaan nasional (HBKN), sehingga Bank Indonesia bersama perbankan perlu memastikan seluruh layanan penukaran uang berjalan tepat jumlah, tepat lokasi, dan tepat waktu.

“Melalui Serunai 2025, Bank Indonesia menjamin rupiah yang diedarkan berada dalam kondisi baik, terjaga keasliannya, dan dapat diakses masyarakat dengan mudah sehingga transaksi menjelang Natal berlangsung lancar,” ujarnya.

Ia menyoroti maraknya temuan uang palsu yang sering digunakan pada transaksi di kios kecil dan pasar tradisional sehingga merugikan pedagang.

Oleh karena itu, kata dia, layanan penukaran uang yang resmi dan terawasi menjadi salah satu cara efektif menekan potensi peredaran uang palsu di masyarakat.

“Uang palsu sering diperbelanjakan di warung-warung kecil. Melalui layanan ini, kita ingin memastikan masyarakat memperoleh uang rupiah yang benar, aman, dan layak edar,” katanya.

Johni juga menekankan bahwa rupiah bukan hanya alat transaksi, tetapi simbol kedaulatan dan identitas bangsa.

Oleh karena itu, Serunai 2025 dirancang untuk mengintegrasikan layanan kas HBKN dengan edukasi mengenai penggunaan rupiah yang aman, bijak, dan sesuai ketentuan.

Ia menilai literasi masyarakat terkait pengenalan ciri keaslian uang rupiah masih belum merata.

Dengan adanya edukasi “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah”, masyarakat diharapkan semakin memahami cara mengenali uang asli dan menolak penggunaan uang yang meragukan.

“Pelayanan penukaran uang tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi publik untuk merawat dan menjaga rupiah sebagai simbol negara,” katanya.

Ia berharap, pelaksanaan Serunai 2025 memberikan rasa aman masyarakat dalam bertransaksi, sekaligus menghadirkan kenyamanan dalam menyambut Natal dan Tahun Baru.

Pemerintah Provinsi NTT menyambut baik kolaborasi kegiatan Kick Off “Serunai” 2025.

Kegiatan itu, kata dia, tidak hanya mempermudah akses layanan bagi masyarakat, tetapi juga wujud penguatan semangat kolaborasi membangun perekonomian daerah.

“Semangat kebersamaan antara Bank Indonesia, perbankan, pelaku usaha, lembaga keagamaan dan pemerintah daerah mencerminkan komitmen kita untuk menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, merata, dan berdampak nyata bagi perekonomian,” ujar dia.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026