Logo Header Antaranews Kupang

BPS: NTT inflasi 3,43 persen pada Januari 2026

Senin, 2 Februari 2026 19:40 WIB
Image Print
Ilustrasi - Gedung Sasando Kantor Gubernur Provinsi NTT. (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Kupang, NTT (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Januari 2026 sebesar 3,43 persen, meningkat dibandingkan Desember 2025 (yoy) yang tercatat sebesar 2,39 persen.

“Inflasi tahunan di NTT pada Januari 2026 sebesar 3,43 persen (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,65,” kata Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Provinsi NTT Putu Dita Pickupana di Kupang, Senin.

Ia menjelaskan inflasi Januari 2026 (yoy) terjadi karena kenaikan pada sembilan dari sebelas kelompok pengeluaran.

Kelompok pengeluaran dengan andil inflasi tahunan tertinggi adalah perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,71 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 1,16 persen.

Adapun komoditas yang memberikan andil pendorong inflasi tertinggi antara lain cabai rawit sebesar 0,27 persen, emas perhiasan sebesar 0,16 persen, tomat sebesar 0,09 persen, kangkung sebesar 0,08 persen, dan bawang merah sebesar 0,07 persen.

“Kenaikan harga cabai rawit, tomat, kangkung, dan bawang merah disebabkan oleh berkurangnya pasokan akibat produksi yang menurun karena faktor cuaca, seiring wilayah NTT yang sejak Desember 2025 memasuki musim hujan dengan intensitas cukup tinggi,” katanya.

Sementara itu, inflasi tertinggi terjadi di Waingapu sebesar 4,77 persen dengan IHK 111,52 sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 2,38 persen dengan IHK 110,48.

Lebih lanjut, pada Januari 2026 NTT juga mengalami inflasi bulanan (month to month/mtm) sebesar 0,65 persen, dengan inflasi year to date (ytd) sebesar 0,65.

“Inflasi ini kembali terjadi setelah pada Desember 2025 (mtm) tercatat inflasi sebesar 0,81 persen,” kata Dita.

Ia mengatakan berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi bulanan Januari 2026 disebabkan oleh kenaikan pada enam dari sebelas kelompok pengeluaran.

Adapun penyebab dominan inflasi Januari 2026 (mtm) adalah kenaikan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,72 persen dengan andil 0,64 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,45 persen dengan andil 0,17 persen.

Sementara penghambat dominan inflasi Januari 2026 (mtm) berasal dari kelompok pendidikan yang mengalami deflasi sebesar 3,19 persen dengan andil minus 0,12 persen.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026