
Kemenkeu: Realisasi KUR 2026 di NTT capai Rp1,08 triliun

Kupang, NTT (ANTARA) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp1,08 triliun, naik 17,36 persen atau Rp159,31 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (yoy).
“Sampai dengan 30 April 2026, penyaluran KUR di NTT mencapai Rp1,08 triliun kepada 20.521 debitur, dengan sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menerima Rp209,12 miliar atau 19,23 persen dari total penyaluran,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Provinsi NTT Adi Setiawan di Kupang, Kamis.
Ia menjelaskan sektor perdagangan besar dan eceran mendominasi penyaluran yaitu sebesar Rp511,42 miliar atau 48,01 persen dan disusul sektor pertanian, perburuan dan kehutanan (PPK) sebesar Rp209,12 miliar atau 19,23 persen dari total penyaluran.
Sementara penyaluran KUR terbesar berada di Kota Kupang sebesar Rp142,30 miliar untuk 1.551 debitur dan yang terkecil Kabupaten Sabu Raijua Rp1,52 miliar untuk 31 debitur.
Adapun Bank BRI menjadi penyalur KUR terbesar yang mencapai Rp865,04 miliar untuk 18.870 debitur.
“Skema KUR mikro mendominasi dengan nilai Rp766,93 miliar untuk 19.312 debitur,” tambahnya.
Selain itu, penyaluran KUR Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp121,97 miliar, yang terdiri dari demand rumah sebesar Rp59,51 miliar untuk 304 debitur dan supply rumah sebesar Rp62,46 miliar untuk 29 debitur.
“Kanwil DJPb Provinsi NTT berperan aktif dalam mendorong efektivitas penyaluran KUR melalui koordinasi, monitoring, dan evaluasi bersama pemerintah daerah serta lembaga penyalur,” kata Adi.
Dukungan tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat memperkuat modal kerja petani, menjaga keberlanjutan produksi, serta membantu menekan tekanan biaya usaha tani di tengah nilai tukar petani (NTP) NTT yang melemah.
Ia menyampaikan bahwa NTP NTT pada Maret 2026 tercatat 100,27, meski masih berada di atas ambang 100 namun menunjukkan surplus yang semakin tipis.
“Ke depan, KUR sektor pertanian perlu semakin diarahkan secara tepat sasaran dan terintegrasi dengan pendampingan usaha, akses pasar, serta penguatan tata niaga agar mampu meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani NTT,” ujarnya.
Selain itu, penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) hingga 30 April 2026, telah mencapai Rp105,42 miliar kepada 18.745 debitur, tumbuh 41,6 persen (yoy), dengan penyalur terbesar yaitu PT Permodalan Nasional Madani sebesar Rp87,72 miliar.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
