Pemenuhan kebutuhan air tak boleh gunakan target

id air bersih

Pemenuhan kebutuhan air tak boleh gunakan target

Wagub NTT Josef Nae Soi. (Antara Foto/ Kornelis Kaha)

"Saya ingatkan untuk pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat tidak boleh ada namanya target-target. Masalah air harus 100 persen," kata Wagub NTT Josep Nae Soi.
Kupang (ANTARA) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Nae Soi mengimbau seluruh pemerintah daerah di NTT agar masalah pemenuhan air bersih untuk masyarakat tidak boleh menggunakan target.

"Saya ingatkan untuk pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat tidak boleh ada namanya target-target. Masalah air harus 100 persen," katanya di Kupang, Jumat (24/5), saat Rakor Penanganan Percepatan Air Bersih di Provinsi NTT di salah satu hotel di Kota Kupang.

Ia mencontohkan dalam tahun ini ditargetkan upaya pemenuhan hanya mencapai 50 persen, dan 50 persen sisanya akan dilanjutkan tahun depan. Hal itu tidak boleh terjadi lagi. Namun untuk pentahapan kerja untuk sampai ke rumah-rumah masing-masing, bisa pakai target.

Menurut dia bagaimanapun caranya pemerintah harus mencari cara agar masyarakat harus bisa menikmati air dalam tempo secepatnya. Jadi tidak ada istilah target-targetan atau tahap-tahapan.

"Karena bagaimana pun, masyarakat harus nikmati air. Kedekatan sumber air dengan masyarakat, boleh pakai tahapan.Tapi kebutuhan air minum bagi rakyat tidak boleh ditunda-ditunda. Harus ada improvisasi. Ada yang pakai pipa atau kita usahakan mobil tangki, yang penting dia dapat air," tambah dia.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTT Wenny Dopo dalam laporan kepanitiaan menjelaskan, tujuan kegiatan rakor adalah percepatan pemenuhan air bersih.

"Melalui kegiatan ini diharapkan ditemukan strategi dan kesepakatan yang jadi acuan terhadap percepatan layanan air bersih bagi masyarakat di NTT, terutama di desa yang rawan air," jelas Wenny.

Baca juga: Lima reservoar untuk mengatasi krisis air bersih di Kota Kupang
Baca juga: PDAM Kota Kupang batasi disribusi air bersih

 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar