
Undana-IOM latih pengungsi Afghanistan jadi pekerja konstruksi bersertifikat

Tahap praktik lapangan akan berlangsung selama satu setengah bulan mulai 26 Mei hingga 9 Juli 2026,”
Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) bekerja sama dengan International Organization for Migration (IOM) meluncurkan pelatihan tenaga kerja konstruksi bagi pengungsi asal Afghanistan guna mencetak tenaga tukang bangunan bersertifikasi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Ketua Panitia Pelaksana dari Undana Kupang, Prof. Dr. Ir. Denik Sri Krisnayanti di Kupang, Selasa mengatakan pelatihan dirancang dalam dua tahapan, yakni pembelajaran teori di kelas dan praktik lapangan atau on the job training.
“Tahap praktik lapangan akan berlangsung selama satu setengah bulan mulai 26 Mei hingga 9 Juli 2026,” katanya.
Program bertajuk Pelatihan Tenaga Kerja Konstruksi Infrastruktur Jabatan Kerja Tukang Bangunan itu resmi dibuka di Aula Pascasarjana Undana.
Sebanyak 25 peserta asal Afghanistan mengikuti pelatihan intensif yang berlangsung mulai Mei hingga pertengahan Juni 2026.
Menurut Denik, peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis konstruksi, tetapi juga pemahaman mengenai disiplin kerja dan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan proyek pembangunan.
“Kami ingin peserta memiliki kompetensi yang siap diterapkan di dunia kerja profesional,” ujarnya.
Baca juga: Undana membuka pendaftaran calon mahasiswa jalur mandiri hingga 4 Juni 2026
Baca juga: Undana dan Bawaslu NTT perkuat literasi politik pemilih pemula
Dekan Fakultas Sains dan Teknik Undana Prof. Philip de Rozari, mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang inklusif dan berdampak sosial.
Ia menilai kolaborasi internasional tersebut menjadi bagian dari kontribusi Undana dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia lintas negara melalui pendekatan pendidikan dan pelatihan keterampilan.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Kupang Thomas Dagang menyebut kebutuhan tenaga kerja konstruksi kompeten di NTT terus meningkat seiring pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.
Karena itu, menurut dia, pelatihan berbasis sertifikasi seperti yang digelar Undana dan IOM dapat menjadi langkah positif dalam menyiapkan tenaga kerja terampil sekaligus mendukung pemberdayaan para pengungsi.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri perwakilan IOM serta pimpinan dan dosen Fakultas Sains dan Teknik Undana.
Melalui program tersebut, para peserta ujar dia diharapkan memiliki keahlian mandiri dan daya saing yang dapat dimanfaatkan dalam dunia kerja konstruksi profesional
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
