Logo Header Antaranews Kupang

BBP NTT memfasilitasi generasi muda tingkatkan keterampilan menulis esai

Minggu, 7 Juni 2026 17:11 WIB
Image Print
Balai Bahasa Provinsi (BBP) NTT melaksanakan kegiatan Krida Duta Bahasa bagi Generasi Muda Terbina Program Literasi: Pelatihan Penulisan Esai bagi Generasi Muda, di Kupang, Sabtu (6/6/2026).  ANTARA/Yoseph Boli Bataona

Kupang, NTT (ANTARA) - Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (BBP NTT) memfasilitasi generasi muda meningkatkan keterampilan menulis esai melalui bimbingan teknis penulisan esai sebagai bagian dari implementasi Krida Duta Bahasa di Kota Kupang.

Kepala Balai Bahasa Provinsi NTT Ralph Her Budhiono di Kupang, Sabtu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Literasi Krida Duta Bahasa guna meningkatkan kemampuan generasi muda dalam menulis esai dan menuangkan gagasan secara sistematis.

"Tahun ini kami ditargetkan menyelenggarakan bimbingan teknis semacam ini untuk 600 generasi muda yang berasal dari perguruan tinggi, komunitas maupun unsur lainnya," katanya.

Ia menjelaskan pelatihan penulisan esai yang berlangsung di STIKOM Uyelindo Kupang itu merupakan gelombang kedua dari rangkaian kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan sepanjang tahun ini.

Sebelumnya, gelombang pertama telah digelar di Aula Fernandes, sementara gelombang ketiga dijadwalkan berlangsung pekan depan yang juga menghadirkan sekitar 200 peserta.

"Bimbingan teknis seperti ini saya pikir akan menjadi bekal atau pedoman yang cukup baik bagi mereka dalam mengaktualisasikan dirinya dalam kegiatan literasi generasi muda" ujarnya.

Ralph menambahkan hasil karya peserta nantinya akan diseleksi, dan 10 esai terbaik akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional bersama karya peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia juga menjelaskan fokus kegiatan tahun ini diarahkan pada penulisan esai. Namun, pada tahun-tahun sebelumnya, Balai Bahasa NTT juga mendorong peningkatan literasi melalui berbagai karya kreatif seperti film pendek, cerita pendek, dan beragam lomba kebahasaan.

Menurut dia, tema kegiatan dapat berubah setiap tahun sesuai kebijakan pemerintah pusat, tetapi tujuan utamanya tetap sama, yakni memberikan pendampingan dan fasilitasi kepada generasi muda untuk meningkatkan literasi di NTT.

"Balai Bahasa NTT maupun Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa tidak akan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke akar rumput tanpa dukungan berbagai pihak. Karena itu, kami berharap generasi muda dan komunitas literasi dapat berkontribusi bersama dalam meningkatkan budaya literasi di Provinsi NTT," katanya.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026