Dandim sebut TMMD bantu percepatan pembangunan perbatasan

id TMMD 2019

Komandan Kodim 1604/Kupang Letkol Kavaleri F.X Aprilian Setyo Wicaksono (kanan) berjabat tangan dengan Sekda Kabupaten Kupang Obet Laha usai mendatangi perjanjian kerja sama penyelenggaraan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kecamatan Amfoang Timur yang berbatasan dengan Timor Leste, pada Rabu (10/7/2019). (Antara foto/Aloysius Lewokeda)

"Sasaran yang kami incar untuk TMMD kali ini yaitu membantu pemerintah daerah untuk percepatan pembangunan di wilayah perbatasan," katanya kepada wartawan di Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kamis. (11/7).
Oelamasi (ANTARA) - Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1604/Kupang Lekol Kavaleri F.X Aprilian Setyo Wicaksono mengemukakan penyelenggaraan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2019 untuk membantu percepatan pembangunan di Kecamatan Amfoang Timur yang berbatasan dengan Timor Leste.

"Sasaran yang kami incar untuk TMMD kali ini yaitu membantu pemerintah daerah untuk percepatan pembangunan di wilayah perbatasan," katanya kepada wartawan di Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kamis.

Baca juga: Pemerintah apresiasi TMMD bangun fasilitas keagamaan di perbatasan
Baca juga: Kodim/1604 Kupang amankan 26 calon TKI ilegal


Kegiatan TMMD 2019 yang digelar Kodim 1064/Kupang di pusatkan di Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang berbatasan langsung dengan Distrik Oekusi, Timor Leste.

Kegiatan tersebut telah dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang Obet Laha dalam upacara yang digelar di lapangan Desa Netemnanu Utara pada Rabu (10/7) bersama lintas instansi terkait dan masyarakat di daerah setempat.

Aprilian menjelaskan, penentuan lokasi TMMD 2019 di Kecamatan Amfoang Timur sendiri berdasarkan skala prioritas di antara delapan kecamatan lain di Kabupaten Kupang yang berbatasan dengan Timor Leste.

"Di mana wilayah ini (Kecamatan Amfoang Timur) juga masih ada titik wilayah yang disengketakan antara kita dengan negara tetangga," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, kehadiran TNI melalui kegiatan TMMD ingin menunjukkan kepada masyarakat di wilayah perbatasan bawah mereka tidak berjalan sendiri untuk membangun daerah.

"Kami lah yang mewakili pemerintah hadir untuk membangun wilayah ini, paling tidak masyarakat terbangun morilnya, bahwa di wilayah perbatasan yang dikatakan sebagai terpencil tetap ada perhatian pemerintah," katanya.

Ia menambahkan, "Sasaran kami di daerah yang dibilang terpelosok, terpencil sulit, di sana lah kami hadir membantu pemerintah daerah," katanya.

Setya menambahkan, dalam TMMD kali ini, pihaknya membangun sejumlah fasilitas keagamaan di antaranya rumah pastoral di Desa Nunuana, rumah pastoral di Desa Netemnanu Utara, dan Gereja St Paulus di Desa Tuaheo.

Selain itu, diikuti kegiatan non fisik berupa sosialisasi kepada masyarakat tentang wawasan kebangsaan, kesadaran hukum, pertanian dan teknologi tepat guna bahaya penyakit HIV/AIDS, maupun sosialisasi tentang wilayah perbatasan hingga perekrutan anggota TNI.

"Ada 150 personel yang kami terjunkan dalam TMMD kali diantaranya dari Angkatan Darat, diperkuat TNI-AL, TNI-AU, serta dari Pemda Kabupaten Kupang," katanya.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar