Tim geologi NTT jadwalkan teliti semburan asap di TTS

id semburan asap di TTS

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Ahli Geologi (IAGI), Cabang Nusa Tenggara Timur, Dr Herry Z Kotta . (ANTARA FOTO/Benny Jahang)

Tim ahli geologi NTT segera turun ke TTS untuk melakukan penelitian di Desa Netpala, Kecamatan Molo Utara, untuk memastikan penyebab munculnya kepulan asap dan semburan cairan berwarna kuning itu,
Kupang (ANTARA) - Ketua Pengurus Daerah Ikatan Ahli Geologi (IAGI) Cabang Nusa Tenggara Timur Dr Herry Z Kotta mengatakan tim ahli geologi akan segera turun ke Desa Netpala, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), untuk meneliti munculnya kepulan asap dan cairan warna kuning di daerah itu.

"Tim ahli geologi NTT segera turun ke TTS untuk melakukan penelitian di Desa Netpala, Kecamatan Molo Utara, untuk memastikan penyebab munculnya kepulan asap dan semburan cairan berwarna kuning itu," kata Herry Kotta kepada ANTARA di Kupang, Sabtu (13/7).

Herry Kotta mengatakan hal itu terkait munculnya kepulan asap dan cairan berwarna kuning di Dusun II Fauana, RT 09/RW 04, Desa Netpala, pekan lalu yang menimbulkan kepanikan warga setempat.

Herri Kotta mengatakan, tim geologi NTT akan melakukan penelitian mulai dari pengukuran suhu air dan mengambil contoh semburan di sekitar lokasi untuk dianalisis.

Ia mengatakan, apabila sudah dilakukan penelitian dan mengumpulkan berbagai infomasi dari masyarakat, pihaknya akan menyamaikan hasil penelitian itu kepada pemerintah apakah berbahaya atau tidak.

Ia menyarankan bagi warga Dusun II Fauana yang bermukim tidak jauh dari lokasi munculnya semburan cairan warna kuning dan kepulan asap untuk sementara menjauh apabila mencium bau belerang yang pekat.

"Apabila konsentrasi bau belerangnya cukup tinggi akan berdampak buruk pada manusia dan hewan, sehingga kami mengimbau warga perlu menjauh dari lokasi itu sebelum ada hasil penelitian yang jelas," ujar Herry Kokta.

Herry menambahkan, belum dapat dipastikan munculnya kepulan asap dan cairan warna kuning itu erat kaitanya dengan beradaan gunung api di Pulau Timor.
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar