Dua warga Flores meninggal akibat digigit anjing rabies

id dua meninggal akibat arbies

Petugas memberikan vaksin pada seekor anjing peliharaan salah seorang warga di Padang Panjang. Layanan vaksinasi rabies juga digencarkan Pemprov Provinsi NTT untuk mencegah korban meninggal akibat digigit anjing. (ANTARA FOTO/HO/Dinas Pangan dan Pertanian Padang Panjang)

Dua warga Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur dilaporkan meninggal dunia akibat digigit anjing rabies, kata Kepala Dinas Peternakan NTT Dany Suhadi kepada ANTARA di Kupang, Selasa (13/8).
Kupang (ANTARA) - Dua warga Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur dilaporkan meninggal dunia akibat digigit anjing rabies, kata Kepala Dinas Peternakan NTT Dany Suhadi kepada ANTARA di Kupang, Selasa (13/8).

Dani mengatakan hal itu terkait upaya pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam melakukan pengendalian kasus penyebaran rabies yang masih terjadi di Pulau Flores dan sekitarnya dalam tahun ini.

Menurut dia, dua kasus gigitan anjing rabies menyerang seorang penduduk asal Kabupaten Flores Timur dan satu lainnya dari Kabupaten Sikka. "Kasus tersebut sebenarnya bisa ditangani jika segera dilaporkan kepada petugas kesehatan terdekat," katanya.

"Apabila penderita cepat dibawa ke RSU maka lebih cepat mendapat penanganan medis," katanya dan menambahkan Pemerintah Provinsi NTT akan segera mendistribusikan vaksin rabies ke Pulau Flores untuk kepentingan vaksinasi anjing.

Menurut dia, seluruh kabupaten di Pulau Flores merupakan daerah yang terpapar rabies sehingga dibutuhkan kewaspadaan masyarakat. "Apabila digigit anjing untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan perawatan medis," demikian Dany Suhadi. 

Baca juga: Flores dan Lembata daerah endemis rabies
Baca juga: Kambing pun terjangkit rabies
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar