600 hektare luas tambak garam di Desa Nunkurus

id Tambak Garam

600 hektare luas tambak garam di Desa Nunkurus

Sejumlah pekerja sedang bekerja di area tambak garam yang dikelolah oleh PT. Timor Livestok Lestari di desa Nunkurus, Kabupaten Kupang, Selasa (20/8/2019). (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

Luas tambak garam di Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang yang akan dilakukan panen perdana oleh Presiden Jokowi, Rabu (21/8) mencapai 600 hektate.
Kupang (ANTARA) - Luas tambak garam di Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang, yang akan menjadi lokasi Presiden Joko Widodo melakukan panen garam, mencapai 600 hektare, kata Kepala Biro Humas Pemprov NTT Marius A Djelamu.

"Luas tambak garam ini 600 hektare. Namun dari 600 hektare itu baru 11 hektare saja yang sudah digunakan," katanya saat ditemui di lokasi pabrik garam yang dikelola oleh PT Timor Livestock Lestari (TLL) di Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang, Selasa (20/8).

Ia mengatakan dari 11 hektare lahan garam yang sudah dimanfaatkan tersebut, bisa menghasilkan 350 ton yang hasil panennya bisa dilakukan sebanyak tiga kali.

Satu petak sendiri, kata dia, ada yang bisa menghasilkan 100 hektare, ada juga yang tidak menghasilkan sampai dengan 100 hektare.

Marius mengatakan bahwa jika 600 hektare itu bisa dimanfaatkan secara keseluruhan maka pemerintah provinsi sendiri meyakini akan ada 73.000 ton yang bisa dihasilkan dari tambak garam tersebut.

Baca juga: Presiden Jokowi panen garam di Nunkurus

"Kita harapkan tahun depan semua lahan ini sudah bisa dikembangkan semuanya," tuturnya.

Menurut dia, selain potensi garam di Desa Nunkurus, potensi garam di wilayah NTT ini sangat besar. Untuk di Kabupaten Kupang sendiri ada sekitar lima sampai enam lokasi tambak garam yang luasnya di atas 500 hektare.

Belum lagi di daerah lain seperti di Flores, Kabupaten Malaka, Sabu Raijua dan beberapa daerah lainnya di provinsi berbasis kepulauan itu.

Dengan banyaknya potensi garam di NTT itu, Gubernur NTT Viktor Laiskodat menargetkan pada tahun 2023 paling tidak NTT bisa menyumbangkan 1 juta ton garam untuk nasional.

"Kita harapkan pada tahun 2023 nanti, 1 juta ton garam bisa kita hasilkan dan disumbangkan ke nasional," tutur dia.

Presiden Joko Widodo sendiri dijadwalkan pada Rabu (21/8) besok akan kembali berkunjung ke Kupang untuk melalukan panen perdana garam di Desa Nunkurus sekaligus melihat kualitas garam di area tersebut.

Selain memanen garam, ia juga akan membagikan sertifikat tanah kepada warga di NTT dan meninjau Pelabuhan Tenau Kupang.

Baca juga: Kata Laiskodat, kualitas garam NTT setara dengan Australia
Baca juga: Usaha tambak garam di Nunkurus serap 600 pekerja lokal