Don Bosco: Bendungan Lambo tetap dibangun

id bendungan

Don Bosco: Bendungan Lambo tetap dibangun

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

Pemerintah Kabupaten Nagekeo menyatakan akan tetap membangun bendungan Lambo di kabupaten itu untuk mengatasi kesulitan air bersih di daerah setempat.
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nagekeo menyatakan akan tetap membangun bendungan Lambo di kabupaten itu untuk mengatasi kesulitan air bersih di daerah setempat.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do kepada wartawan di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Senin (21/10) mengatakan bahwa dirinya akan tetap bersikeras agar bendungan tersebut tetap dibangun.

"Kita tetap 'fight' untuk bangun bendungan Lambo, untuk mengatasi masalah air bersih di daerah ini, " katanya.

Hal ini disampaikan berkaitan dengan rencana pembangunan bendungan Lambo yang hingga kini masih menjadi permasalahan karena banyak warga pemilik lahan masih menolaknya.

Bendungan Lambo merupakan salah satu dari tujuh bendungan yang akan dibangun sesuai program Presiden Joko Widodo di NTT untuk memenuhi kebutuhan air bagi rakyat Nagekeo.

Baca juga: Progres Bendungan Napun Gete sudah mencapai 65 persen
Baca juga: 4.000 konsumen kesulitan mendapatkan air bersih


Warga di lokasi pembangunan bendungan Lambo tepatnya dari desa Lowose tak ingin lokasi Lowose menjadi tempat serta dibangunnya bendungan tersebut.

Warga justru mendesak pemerintah agar lokasinya di pindahkan di lokasi lain, yakni Lowopebhu dan Malawaka kecamatan Aesesa Selatan.

Warga di daerah itu menolak karena lokasi yang dipilih pemerintah merupakan daerah yang produktif dan daerah subur untuk pertanian.

Namun kata Bupati semua penolakan tersebut bagian dari perhatian publik terhadap proses pembangunan di daerah.

"Saat ini masih proses, kita berharap agar secepatnya bisa selesai sehingga sudah bisa mulai dikerjakan, " tambah dia. 

Baca juga: Pembangunan Bendungan Temef dipercepat
Baca juga: Progres pembangunan Bendungan Temef baru mencapai 19,5 persen
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar