Kupang (Antara NTT) - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak Kementerian Perhubungan untuk segera menginvestigasi kerusakanan dermaga Kolbano, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) akibat diterjang gelombang setinggi enam beberapa waktu lalu.
"Saya sudah minta Kementerian Perhubungan segera ke Kolbano mendata kerusakan dan sekaligus investigasi kerusakan yang terjadi di daerah itu," kata Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis saat dihubungi Antara dari Kupang, Senin.
Dermaga Kolbano yang dibangun di Desa Kolbano, Kecamatan Kolbano menggunakan anggaranAPBN 2012-2015 sebesar Rp106 miliar, diterjang gelombang setinggi enam meter pada Jumat (28/4).
Air laut yang meluap dari pantai Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, merupakan dampak dari siklon tropis `Frances` terhadap daerah yang dilalui siklon itu.
Air laut yang meluap itu kemudian naik sampai ke badan jalan desa dan merusak dua rumah serta menghancurkan penahan dermaga tersebut.
Fary menambahkan, investigasi tersebut dilakukan untuk mengecek mengapa sebuah dermaga bisa rusak padahal baru dibangun pada 2015 lalu.
"Kementerian akan cek apakah itu karena kualitas kerjanya yang tidak bagus atau karena faktor lainnya sehingga bisa langsung ambruk," ujarnya.
Fary menambahkan dalam pekan ini dirinya akan melihat langsung kondisi dermaga tersebut bersama dengan pihak-pihak terkait.
Sementara itu anggota DPRD NTT Jefry Unbanunaek mengatakan sepertinya ada kesalahan dalam program pembangunan dermaga itu, yakni tidak memperhitungkan perubahan garis pantai dan tidak melihat kajian fenomena gelombang dengan parameternya ,sehingga saat dihantam gelombang langsung ambruk.
"Seharusnya material pembangunan dermaga itu menggunakan batu kerikil yang pecah sehingga bisa memperkuat dermaga tersebut, tetapi kelihatannya material kerikil menggunakan batu bulat," ujarnya.

