Doni Monardo ingatkan NTT harus tetap waspadai DBD

id demam berdarah di ntt

Doni Monardo ingatkan NTT harus tetap waspadai DBD

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo. ANTARA/ Benny Jahang

Kami perlu mengingatkan agar pemerintah NTT tidak hanya fokus pada kasus COVID-19 tetapi juga perlu mengantisipasi terhadap munculnya penyakit DBD saat terjadi musim pancaroba.
Kupang (ANTARA) - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo mengingatkan pemerintah Nusa Tenggara Timur untuk mewaspadai munculnya penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Kami perlu mengingatkan agar pemerintah NTT tidak hanya fokus pada kasus COVID-19 tetapi juga perlu mengantisipasi terhadap munculnya penyakit DBD saat terjadi musim pancaroba," kata Doni Monardo ketika melakukan telekonferensi dengan Wakil Gubernur Nusa Tenggara, Josef A Nae Soi seperti diungkapkan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu kepada wartawan di Kupang, Kamis, (23/4).

Baca juga: Status KLB DBD tahap keempat di SIkka dicabut
Baca juga: Warga Lembata diimbau tetap waspada DBD


Ia berharap pemerintah NTT dalam kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat terus mendorong masyarakat di provinsi berbasis kepulauan untuk selalu aktif membersihkan selokan, sumur-sumur, kamar mandi yang berpotensi berkembangnya nyamuk aedes aegypti sehingga masyarakat NTT terbebas dari serangan penyakit demam berdarah.

"Masyarakat harus secara rutin untuk membersihkan lingkungannya masing-masing sehingga masyarakat NTT terbebaskan dari serangan penyakit demam berdarah," kata Doni.

Doni mengapresiasi terhadap Pemerintah Nusa Tenggara Timur yang mampu menahan laju pertambahan positif COVID-19.

Ia mengatakan, NTT masih relatif aman dari ancaman yang serius kasus COVID-19.

Baca juga: Kekhawatiran di NTT saat ini justru pada DBD

Doni mengatakan, walaupun di NTT telah memiliki kasus COVID-19 namun masih bisa ditangani secara baik.

"Mudah-mudahan yang pasien positif COVID-19 yang masih dirawat di RSUD Prof. Dr.W.Z.Johannes bisa tertangani dengan baik dan cepat sembuh," ungkapnya.



 
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar