Artikel - Ketika geliat pembangunan Kota Kupang kian menyata di tangan "FirmanMu"

id NTT,Kota Kupang,Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore,Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man,FirmanMu

Artikel - Ketika geliat pembangunan Kota Kupang kian menyata di tangan "FirmanMu"

Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jefri Rowu Kore (kiri) bersama Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man (kanan) saat mengikuti perayaan HUT ke-75 RI, Senin (17/8/2020). (Antara/ Benny Jahang)

Slogan pembangunan Kota Kupang yang sebelumnya "Ayo Berubah" kini menjadi  "Ayo Terus Berubah" yang menandakan sebuah semangat kerja baru untuk menjadikan Kota Kupang sebagai kota yang maju, aman, dan nyaman
Kupang (ANTARA) - Tidak terasa sudah tiga tahun kepemimpinan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore bersama Wakilnya Hermanus Man berjalan. Selama itu pula, pasangan pemimpin ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu terus menorehkan buah kerja nyata bagi warga di kota ini.

Setelah pasangan dengan jargon politik "FirmanMu" ini dilantik pada 22 Agustus 2017 lalu, keduanya langsung tancap gas membenahi Kota Kupang menuju sebuah kota yang metropolis.

Taman-taman kota dirancang dengan aksesoris yang menyertainya telah mempercantik wajah Kupang. Ruang terbuka hijau yang dihadirkan pun kian menambah kesan estetika kota. Kota Kupang terus ditata dengan apik sehingga ibu kota provinsi NTT ini menjadi kota moderen di antara ibu kota 21 kabupaten lainnya di provinsi berbasis kepulauan ini.

Dalam tiga tahun kepemimpinan Jefri Riwu Kore-Hermanus Man menuntaskan pembangunan sebanyak enam taman kota di antaranya, Taman Kota Ina Boi, Taman Tirosa, Taman Generasi Penerus, Taman Patung Burung, Taman Patung Sonbai serta Taman Patung Kalpataru. Kehadiran taman-taman kota itu telah menjadi sarana rekreasi murah meriah bagi warga kota.

Warga maupun pengunjung kota acap kali memanfaatkan waktu luang pada sore hari mendatangi sejumlah taman kota ini untuk menikmati suasana kota di kala senja.
Taman Kota Patung Sonbai menjadi salah satu lokasi tempat para pemuda di Kota Kupang melakukan foto shelfie pada malam hari. (Antara/ Benny Jahang)

"Menata taman kota, ruang terbuka hijau merupakan bagian dari prioritas yang utama kami dalam membangun kota ini untuk menghadirkan kenyamanan bagi setiap orang," kata Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore.

Kehadiran ruang terbuka hijau, melalui pembangunan taman dan juga lampu hias yang beraneka warna, serta lampu jalan yang menerangi berbagai sisi kota menjadi babak baru pembangunan Kota Kupang yang telah berusia 24 tahun.

"Pembangunan taman kota merupakan program prioritas daerah ini untuk kepentingan penataan Kota Kupang demi terwujudnya Kota Kupang yang layak huni," kata tegas Jefri pada HUT ke-75 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2020).

Karena itu, tidak tanggung-tanggung pemerintah kota pun menggelontorkan anggaran senilai Rp130 miliar dari APBD II untuk membangun enam taman kota selain biaya perawatan agar tetap terlihat cantik.

Sejumlah taman kota yang dibangun itu dilengkapi pula dengan fasilitas bermain anak-anak, air mancur, dan internet gratis juga menjadi bagian dari upaya pemerintah Kota Kupang untuk menyiapkan tempat wisata yang ramah lingkungan sekaligus menyemarakkan suasana kota.

Jefri menuturkan ada rencana lanjutan untuk mempercantik Kota Kupang yakni membangun sejumlah taman kota seperti di kawasan Kota Lama, Pasir Panjang untuk kepentingan publik.

"Kami akan terus menata wajah kota. Salah satunya kawasan Kota Tua di Kelurahan LLBK," kata Jefri. Kota Tua itu akan ditata dan dilengkapi lampu hias big tree yang indah pada malam hari.

Kawasan yang selama ini khas dengan kepadatan arus lalulintas akan ditata sebagai lokasi rekreasi sekaligus pusat kuliner. Menurut Jefri, kawasan Kota Tua akan dijadikan sebagai Kupang Sguare, tempat para seniman berkreasi.

Tak hanya taman, pemerintah Kota Kupang terus bebenah dengan melakukan berbagai inovasi dalam memperindah wajah Kota Kupang dengan membangun 6.000 unit lampu penerangan jalan umum (LPJU) dan lampu hias yang menerangi sisi-sisi gelap kota..

Pada 2020 ini, Kota Kupang mendapatkan bantuan 4.000 unit lampu jalan dari pemerintah pusat sedangkan 2.000 unit lampu jalan pengadaan dilakukan dari APBD Kota Kupang, semuanya telah dipasang diberbagai titik.

Ribuan lampu jalan yang dibangun ini telah menembus jantung kegelapan Kota Kupang. Tak hanya lampu jalan, pemerintah Kota Kupang juga membangun beraneka lampu hias dengan beragam motif menambah keindahan kota pada malam hari.

Bentuknya beragam ada yang berbentuk bunga sepe, kembang sepatu dan Sasando telah menghiasi ruas jalan-jalan protokol, termasuk di taman-taman kota menjadi menarik sebagai spot foto bagi kawula muda dan keluarga.

Jefri mengatakan, pembangunan infrastruktur ini untuk menghadirkan multi efek, dari menambah kesan estetika kota, mengurangi tingkat kriminalitas hingga menggeliatkan aktivitas perekonomian warga pada malam hari.

Mantan anggota DPR-RI dari Partai Demokrat itu memastikan pemerintahannya terus bergerak maju untuk membangun Kota Kupang demi terwujudnya kota yang aman dan layak dihuni.

Semakin nyata

Kota Kupang saat ini semakin cantik pada malam hari dengan hadirnya pernak pernik lampu-lampu hias dengan taman kota yang indah membuat kota ini semakin bersahabat bagi warganya yang sejak lama merindukan suasana kota yang nyaman dan indah.

"Kota Kupang semakin berubah. Taman-taman kota semakin indah dan menyenangkan. Kami menjadi kagum dengan geliat pembangunan kota yang semakin nyata," kata Novita Ngeneng salah satu warga Naikoten, Kota Kupang.

Ia mengatakan, gemerlap lampu penerangan jalan umum yang dibangun Pemerintah Kota Kupang menghilangkan kesan angker dan menakutkan saat warga beraktivitas pada malam hari bahkan tengah malam sekalipun.

"Pada beberapa tahun silam Kota Kupang sangat rawan dengan kasus-kasus kriminal, namun sekarang lebih cerah dan mengasyikkan," katanya, menambahkan Kota Kupang semakin terlihat seksi dengan tampilan lampu-lampu jalan yang beraneka warna itu.

Ia mengatakan, ruang terbuka hijau yang semakin luas diharapkan dapat menjaga peningkatan kualitas lingkungan dan membuat kawasan Kota Kupang menjadi sejuk pada musim kemarau.

Bagi Novita, wajah kota yang kian berubah ini juga menambah optimisme warga bahwa Kota Kupang mampu bersaing dengan kota-kota besar lainnya di Tanah Air.

Ia berharap, semua warga terus menumbuhkan rasa memiliki kota ini dengan menjaga infrastruktur yang ada termasuk menjaga kebersihan sehingga Kota Kupang ke depan semakin indah dan nyaman bagi siapa pun.
Taman patung burung yang dibangun pemerintah Kota Kupang telah dijadikan sebagai lokasi wisata bagi warga Kota Kupang. (ANTARA/ Benny Jahang)

Benahi layanan kependudukan

Selain infrastruktur penerangan dan ruang terbuka hijau, pembenahan Kota Kupang juga semakin menyata dalam pelayanan publik di aspek kependudukan.

Untuk mempermudah warga dalam urusan yang satu ini, Pemerintah Kota Kupang, telah meluncurkan sebuah sistem informasi manajemen pelayanan elektronik terintegrasi (SIMPEL) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) 

"Layanan berbasis aplikasi ini sangat membantu pemerintah untuk mempercepat proses pengurusan dokumen kependudukan di Kota Kupang, kata Kepala Disdukcapil Kota Kupang, Agus Ririmase.

Ia mengatakan, aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk mendapat pelayanan tanpa harus membuang waktu yang lama untuk mengantre. Pengisian formulir permohonan dan data pendukung dapat dilakukan dengan cepat secara daring.

Aplikasi SIMPEL, kata dia, juga menjadi solusi pelayanan publik dengan menerapkan protokol kesehatan dalam mencegah penularan virus Corona jenis baru atau COVID-19 karena tidak ada penumpukan warga di kantor setempat.
Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jefri Riwu Kore (ketiga dari kiri) melepas balon udara sebagai tanda peluncuran aplikasi "SIMPEL" untuk pelayanan pengurusan administrasi kependudukan bagi masyarakat Kota Kupang, Kamis (13/8/2020). (ANTARA/Benny Jahang)

Hadirnya layanan ini pun mendapat apresiasi dari Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Darius Beda Daton yang menilai layanan ini sebagai terobosan yang bagus untuk menjawab keluhan warga selama ini.

Selama ini, kata dia, banyak keluhan warga kota yang harus menunggu waktu bahkan hingga menahun untuk mendapatkan kartu tanda kependudukan (KTP).

"Untuk itu kami gebrakan pemerintah Kota Kupang menghadirkan aplikasi SIMPEL ini yang bisa mengoptimalkan pelayanan publik secara cepat dan memadai," kata Darius.

Di balik geliat pembangunan Kota Kupang ini, Wali Kota Jefri Riwu Kore berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan di berbagai aspek pembangunan dalam sebuah slogan baru yaitu "Ayo Terus Berubah".

Infrastruktur vital lainnya seperti air dan jalan, termasuk persoalan sampah, kata dia, juga menjadi fokus pembenahan di sisa periode kepemimpinan.

"Slogan pembangunan Kota Kupang yang sebelumnya "Ayo Berubah" kini menjadi  "Ayo Terus Berubah" yang menandakan sebuah semangat kerja baru untuk menjadikan Kota Kupang sebagai kota yang maju, aman, dan nyaman," ujar Jefri Riwu Kore.   
 
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar