ASDP tutup penyeberangan akibat cuaca buruk

id NTT,ASDP Kupang,Penutupan penyeberangan,penyeberangan ferry,cuaca buruk

ASDP tutup  penyeberangan akibat cuaca buruk

Ilustrasi - Enam unit kapal Ferry berlabuh di pelabuhan Bolok, Kupang, NTT Senin (13/1/2020). PT. ASDP Indonesia Ferry menuutup semua rute penyeberangan di seluruh wilayah NTT menyusul adanya peringatan cuaca ekstrem dari BMKG yang diperkirakan sampai dengan dengan 15 Januari 2020. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

Angin kencang terjadi di wilayah perairan pada tiga rute tersebut sehingga tidak memungkinkan kapal ferry melakukan penyeberangan
Kupang (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang menutup sementara layanan pada tiga rute penyeberangan antardaerah di Nusa Tenggara Timur akibat kondisi cuaca buruk yang melanda wilayah perairan laut.

"Tiga rute yang kita tutup sementara sejak beberapa hari lalu karena cuaca buruk yaitu Kupang-Rote Ndao, Kupang-Sabu Raijua-Sumba Timur dan Kupang-Lembata," kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang Cut Prayitno ketika dihubungi di Kupang, Jumat, (22/1).

Ia menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi dan angin kencang terjadi di wilayah perairan pada tiga rute tersebut sehingga tidak memungkinkan kapal ferry melakukan penyeberangan.

Prayitno mengatakan pihaknya belum memastikan kapan rute-rute penyeberangan tersebut kembali dilayani karena masih disesuaikan dengan kondisi cuaca di laut.

"Kami terus monitor perkembangan cuaca dari BMKG untuk memutuskan kapan rute-rute ini dibuka kembali," katanya.

Baca juga: NTT dapat tambahan satu kapal ferry berbobot 2.000 GT

Baca juga: Ombudsman NTT minta ASDP Kupang tambah tempat penjualan tiket

Ia beharap masyarakat yang hendak menggunakan jasa penyeberangan ferry agar bersabar karena penutupan sementara ini demi memastikan keamanan dan keselamatan dalam pelayaran.

"Mudah-mudahan kondisi cuaca segera bersahabat sehingga layanan penyeberangan kepada masyarakat bisa dilakukan kembali seperti biasa," katanya.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar