Jokowi perbanyak embung di NTT

id Presiden,Jokowi, bendungan

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono (kanan) dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya menjawab pertanyaan wartawan usai meresmikan tiga proyek strategis nasional di Desa Raknamo, Kabupaten Kupang, NTT,

Presiden Joko Widodo akan memperbanyak pembangunan embung di Nusa Tenggara Timur usai tujuh bendungan yang akan dibangun di provinsi berbasis kepulauan itu selesai.
Kupang (Antaranews NTT) - Presiden Joko Widodo akan memperbanyak pembangunan embung di Nusa Tenggara Timur usai tujuh bendungan yang akan dibangun di provinsi berbasis kepulauan itu selesai.

"Untuk NTT saat ini cukup tujuh bendungan saja. Tidak usah tambah lagi. Tetapi yang diperlukan saat ini pembangunan embung-embung di perbanyak," katanya saat meresmikan tiga proyek strategis nasional di Kabupaten Kupang, Selasa.

Tiga proyek strategis nasional yang diresmikan itu adalah Bendungan Raknamo, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini serta PLBN Motamasin dan semuanya dilakukan di desa Raknamo kabupaten Kupang.

Jokowi mengatakan alasannya tak perlu lagi memperbanyak bendungan di NTT, dibandingkan memperbanyak pembangunan embung, karena anggaran untuk pembangunan bendungan itu bisa mencapai triliunan.

"Lagi pula saya ingin melihat dulu bagaimana progres dari tujuh bendungan yang satunya sudah saya resmikan dan sisanya masih dalam pembangunan," ujarnya.

Ia menilai alasan diperbanyaknya pembangunan embung di NTT, dikarenakan NTT adalah provinsi yang memiliki banyak pulau selain itu untuk mengatasi kekeringan di NTT diperlukan pembangunan embung dan bendungan.

Ia mengatakan untuk di pulau Rote khususnya di Rote bagian Barat, pemerintah telah membangun 74 embung. Salah satunya adalah embung Saina.

"Saya melihat khususnya di Rote banyak warga yang membuat sawah-sawah baru kemudian menanamnya. Ada juga diatasnya banyak warga yang menanam jagung," tuturnya.

Demikianpun dengan daerah lain di NTT, ia berharap agar pembangunan embug-embung tersebut ditingkatkan pada tahun 2018 ini.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar