Investor pasar modal di NTT tembus 24.268 orang

id Pasar modal, BEI, investor, saham, NTT

Investor pasar modal di  NTT tembus 24.268 orang

Tangkapan layar kegiatan sekolah pasar modal yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan BEI NTT bersama Phintraco Sekuritas Kupang secara daring (ANTARA/Ho-Kantor Perwakilan BEI NTT)

Banyak investor dari kalangan mahasiswa, lalu disusul pegawai swasta, pegawai negeri, pengusaha, dan ibu rumah tangga
Kupang (ANTARA) - Jumlah investor pasar modal yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga Juni 2021 telah mencapai 24.268 investor.

"Jumlah itu terbagi dalam jenis investasi saham, obligasi, sukuk, ETF, derivatif, dan efek berharga lainnya. Rata-rata penambahan investor baru mencapai 1.000 investor per bulan," terang Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi NTT, Adevi Sabath Sofani ketika dihubungi ANTARA, Selasa, (27/7).

Dari jumlah tersebut, Adevi menyebut bahwa jenis investasi yang diminati adalah investasi saham. Jumlah investor saham per Juni 2021 sebanyak 10.802 investor. Angka tersebut mengalami kenaikan sebanyak 480 investor dari bulan sebelumnya sebanyak 10.322 investor.

Ia mengatakan, pertumbuhan investor pasar modal terjadi di seluruh kabupaten/kota di NTT. Investor terbanyak berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Belu.

"Banyak investor dari kalangan mahasiswa, lalu disusul pegawai swasta, pegawai negeri, pengusaha, dan ibu rumah tangga," jelasnya.

Branch Representative Phintraco Sekuritas Kupang Imadudin Rochim pun menyambung bahwa sektor yang paling diminati oleh mahasiswa adalah sektor perbankan.

Sektor tersebut dipilih karena terbatasnya dana yang dimiliki oleh mahasiswa.

"Dana terbatas, jadi mereka pilih perbankan. Tapi, sempat ada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang yang tahun lalu ramai-ramai beli saham PT Aneka Tambang (ANTM). Sampai sekarang ada yang keterusan menabung saham antam," lanjutnya.

Adevi kembali mengakui bahwa peningkatan kasus COVID-19 di NTT saat ini juga memengaruhi investasi pasar modal. Ia melihat perhatian masyarakat difokuskan pada peningkatan imun dan pemulihan bagi yang telah terpapar.

Namun, ia menilai sebagian orang memanfaatkan momen tersebut untuk mendapatkan profit dari trading harian di pasar modal.

Baca juga: Investasi pasar modal di NTT menggembirakan

"Ini sesuatu yang baik jika dilakukan dengan pengelolaan keuangan, waktu, dan pikiran yang sejalan. Apabila pendapatan menurun dimasa-masa ini, masyarakat bisa mendapatkan pendapatan tambahan/side hustle dari trading harian dengan memanfaatkan fluktuasi harga saham sementara," urainya.

Adevi pun melanjutkan, berbagai upaya akan tetap dilakukan oleh Kantor Perwakilan BEI NTT untuk mengedukasi masyarakat NTT terkait investasi pasar modal, seperti edukasi daring setiap minggu secara gratis.

Baca juga: Masyarakat Sikka gemar berinvestasi di pasar modal

"Edukasi dapat dijangkau semua masyarakat selama memiliki akses jaringan internet," tandasnya.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021