Buronan polisi ternyata penjaga lahan reklamasi

id Gomes

Buronan polisi ternyata penjaga lahan reklamasi

Tersangka pelaku pembunuhan terhadap Herry Lamawuran, Gomes Sinlau (22) mengenakan topi dengan tangan terikat (tengah) saat turun di Bandara El Tari Kupang, Senin (26/2). (ANTARA Foto/Amar Ola Keda)

"Dia (Gomes Sinlau, red) kaget saat kami tangkap, karena dikiranya kasus pembunuhan yang dilakukannya sudah dilupakan polisi," kata AKP Pinten Bagus.
Kupang (AntaraNews NTT) - Buronan Polres Kupang Kota, Nusa Tenggara Timur Gomes Sinlau (22), tersangka utama pelaku pembunuhan terhadap Herry Lamawuran di Lasiana Kupang sekitar 17 bulan lalu, ternyata bekerja sebagai penjaga lahan reklamasi di Tanjung Naga, Tangerang.

"Dia (Gomes Sinlau, red) kaget saat kami tangkap, karena dikiranya kasus pembunuhan yang dilakukannya sudah dilupakan polisi," kata Kasat Reskrim Polres Kupang Kota AKP Pinten Bagus kepada wartawan di Bandara El Tari Kupang, Senin.

Pinten Bagus bersama tim Reskrim Polres Kupang Kota membawa pulang tersangka pelaku pembunuhan tersebut untuk diperiksa lebih lanjut di Polres Kupang Kota sesuai locus delictinya pasca ditangkap pada Kamis (22/2) di Tangerang.

"Penangkapan terhadap Gomes ini di-backup oleh tim Jatanras Polda Metro Jaya, karena buronan selama 17 bulan itu diduga bergabung dengan kelompok preman pimpinan Hercules di Jakarta, kemudian ditunjuk menjadi penjaga lahan reklamasi di Tanjung Naga, Tangerang," katanya.

Ia menjelaskan, ketika ditangkap Gomez Sinlau tidak memberikan perlawanan kepada polisi termasuk sejumlah rekannya yang ada bersama-samanya saat itu.

Ia ditangkap ketika melintas keluar dari area tempat kerjanya usai bekerja menjaga lahan reklamasi di Tanjung Naga, Tangerang.

"Penangkapan berlangsung lancar, tak ada perlawanan, bahkan mungkin yang bersangkutan mengira kasusnya sudah dilupakan karena terjadi sekitar satu setengah tahun lalu," katanya.

Pinten Bagus mengatakan, setelah Gomez Sinlau dibawa kembali ke Kupang, pihaknya akan melakukan pengembangan lanjutan dari kasus pembunuhan dan juga pengerusakan yang terjadi pada saat itu di tempat kejadian perkara (TKP).

"Karena kejahatan ini dilakukan secara bersama-sama maka tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lainnya yang ikut terlibat. Ini yang terus kami dalami dalam pengembangan nanti," katanya.

Pihaknya juga akan menyelidiki motif di balik pengeruskan dan pengeroyokan sampai akhirnya membunuh Herry Lamawuran sampai tewas di tempat, dan seorang rekannya dalam keadaan sekarat pada saat itu.

Gomes Senlau merupakan pelaku utama pembunuhan terhadap Herry Lamawuran, salah seorang pemuda asal Desa Sandosi di Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur saat berlangsungnya pesta wisuda di wilayah Lasiana, Kota Kupang pada Oktober 2016.

Gomes dijerat Pasal 170 KUHP terkait aksi pengrusakan terhadap barang dan orang serta Pasal 351 ayat (2) dan (3) terkait penganiayaan berat yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2021