Telkomsel layani 3,6 juta pelanggan di NTT

id Telkomsel

Telkomsel telah melayani 3,6 juta pelanggan di Nusa Tenggara Timur

"Layanan Telkomsel itu didukung lebih dari 3.000 base transceiver station (BTS), termasuk di antaranya sekitar 1000 Node B (BTS 3G) dan lebih dari 475 eNode B (BTS 4G) untuk memaksimalkan penggunaan layanan data," kata Teni Ginaya.
Kupang (AntaraNews NTT) - Corporate Communications PT Telekomunikasi Selular Nusa Tengara, Teni Ginaya mengatakan, Telkomsel telah melayani lebih dari 3,6 juta pelanggan di Nusa Tenggara Timur atau lebih dari 98 persen dari seluruh pengguna seluler di provinsi berbasis kepulauan itu.

"Layanan Telkomsel itu didukung lebih dari 3.000 base transceiver station (BTS), termasuk di antaranya sekitar 1000 Node B (BTS 3G) dan lebih dari 475 eNode B (BTS 4G) untuk memaksimalkan penggunaan layanan data," kata Teni Ginaya kepada Antara di Kupang, Selasa.

Dia mengemukakan hal itu, melalui surat elektronik,? berkaitan dengan jangkauan layanan bagi pelanggan Telkomsel di provinsi yang berbatasan laut dengan Negara Australia dan darat dengan Timor Leste itu serta infrastruktur pendukung.

Menurut dia, menghadirkan jaringan telekomunikasi hingga wilayah perbatasan negara, merupakan wujud nyata Telkomsel dalam melayani seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali.

"Sejalan dengan komitmen membangun dan berkarya untuk negeri, upaya penggelaran jaringan telekomunikasi yang menjangkau setiap jengkal wilayah Indonesia terus dilakukan untuk memerdekakan seluruh masyarakat NKRI dari keterisolasian komunikasi," katanya menjelaskan.

Dia menambahkan, hadirnya infrastruktur jaringan telekomunikasi secara nyata juga dapat mempercepat pertumbuhan perekonomian suatu daerah.

Selain sekaligus mampu menjadi katalisator dalam mempromosikan potensi daerah dan bermanfaat bagi daya tarik investasi, peluang usaha, bahkan lapangan kerja baru.

Terlebih lagi mengingat posisi penting wilayah-wilayah perbatasan yang secara geopolitik sangat strategis dalam menjaga keutuhan negara, kata Teni Ginaya. Budi Suyanto
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar