Sabu Raijua prioritaskan pembangunan air bersih

id NTT,bupati sabu raijua ,air bersih

Sabu Raijua prioritaskan pembangunan air bersih

Bupati Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur Nikodemus Rihi Heke (ANTARA/ Benny Jahang)

...Pembangunan sarana air bersih menjadi prioritas karena daerah itu merupakan daerah yang sangat sulit dengan air bersih
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur memprioritaskan pembangunan aksesbilitas air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi krisis air bersih yang selalu melanda daerah itu pada musim kemarau.

"Pembangunan aksesibilitas air bersih menjadi prioritas karena ketersediaan air bersih sangat dibutuhkan warga Kabupaten Sabu Raijua," kata Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke di Kupang, Kamis, (16/9).

Bupati Nikodemus Rihi Heke mengatakan hal itu terkait dengan program prioritas yang akan dilakukan selama memimpin Kabupaten Sabu Raijua bersama Wakil Bupati Yohanis Uly Kale selama periode 2021-2026, setelah resmi dilantik sebagai pasangan kepala daerah setempat oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilus Laiskodat pada Kamis.

Dia mengatakan krisis air bersih di daerah itu, terutama pada musim kemarau seperti saat ini.

"Pembangunan sarana air bersih menjadi prioritas karena daerah itu merupakan daerah yang sangat sulit dengan air bersih, terutama terjadi pada musim kemarau seperti yang terjadi saat ini," katanya.

Menurut dia, ketersediaan air bersih yang memadai ikut mencerminkan kualitas hidup masyarakat Sabu Raijua yang semakin baik.

Pemerintah, kata dia, akan membangun jaringan air bersih dengan memanfaatkan semua sumber air di daerah itu, untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sehat bagi warga Sabu Raijua.

Selain itu, kata dia, pembangunan sektor pertanian menjadi perhatian Pemkab Sabua Raijua dengan mengotimalkan lahan produktif untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian.

Baca juga: Bupati Nikodemus diharapkan bawa perubahan bagi warga Sabu Raijua

Baca juga: Bupati Nikodemus diharapkan bawa perubahan bagi warga Sabu Raijua
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021