Logo Header Antaranews Kupang

Gubernur minta dukungan warga bangun Bendungan Lambo

Rabu, 18 April 2018 11:42 WIB
Image Print
Gubernur NTT Frans Lebu Raya (kedua dari kiri) sedang berbincang dengan Presiden Joko Widodo (tengah) saat meresmikan Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)
"Saya meminta terutama dukungan semua warga Nagekeo agar pelaksanaan pembangunan Bendungan Lambo bisa segera terwujud," kata Gubernur Frans Lebu Raya.

Kupang (AntaraNews NTT) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya meminta dukungan warga Kabupaten Nagekeo di Pulau Flores, untuk memperlancar rencana pembangunan Bendungan Lambo yang sudah dialokasikan pemerintah pusat.

"Saya meminta terutama dukungan semua warga Nagekeo agar pelaksanaan pembangunan Bendungan Lambo bisa segera terwujud," kata Frans Lebu Raya di Kupang, Rabu (18/4).

Permintaan itu telah disampaikannya secara langsung ketika hadir memberikan arahan dalam kegiatan HUT Satpol PP dan Satlinmas yang dipusatkan di Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo, Selasa (17/4).

Ia menjelaskan, Bendungan Lambo dengan kapasitas tampung air mencapai 50 juta meter kubik merupakan satu dari tujuh bendungan yang dialokasikan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk NTT.

Enam bendungan lain di antaranya, Bendungan Raknamo, Temef, Rotiklot, Kolhua dan Manikin di Pulau Timor serta Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, Pulau Flores.

Menurut gubernur dua periode itu, namun rencana pembangunan bendungan itu hingga saat ini belum terwujud karena masih terkendala masalah pembebasan lahan.

Baca juga: Bendungan Kolhua Batal Dibangun
Baca juga: Feature - Hilangnya peluang mengatasi krisis air di Kupang

Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, NTT (ANTARA Foto/ist)

Masyarakat adat di tiga desa yaitu Butowe, Labolewa dan Ulupulu belum rela melepaskan lahan seluas 431 hektare untuk pembangunan proyek strategis nasional ini, katanya.

Terkait kendala ini, gubernur memohon dukungan warga bersama pemerintah daerah setempat untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan embung raksasa yang sudah dialokasikan anggaran dari pusat.

Lebih lanjut, gubernur mengatakan, wilayah Kabupaten Nageko juga memiliki potensi sumber daya alam yang besar sebagai penghasil garam dengan kualitas yang luar biasa dan menjadi salah satu andalan garam nasional.

Menurutnya, semestinya masyarakat di Nageko bisa hidup makmur dari hasil garam, namun masih susah terwujud kembali lagi ke persoalan pembebasan lahan untuk pengembangannya termasuk.

"Untuk itu saya berharap kerelaan semua pihak untuk mendukung pembangunan baik untuk pengembangan garam maupun untuk bendungan ini tentu demi kesejahteraan masyarakat sendiri," katanya.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026