Operator kesulitan menyediakan kapal wisata di Komodo

id Abed

Ketua ASITA Nusa Tenggara Timur Abed Frans.

Para operator perjalanan wisata yang melayani permintaan paket TN Komodo mengalami kesulitan menyediakan kapal wisata karena semuanya sudah disewakan pada masa libur Lebaran ini.
Kupang (AntaraNews NTT) - Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Timur Abed Frans mengemukakan para operator perjalanan wisata yang melayani permintaan paket Taman Nasional Komodo mengalami kesulitan menyediakan kapal wisata karena semuanya sudah disewakan pada masa libur Lebaran ini.

"Sulit sekali para operator tour mendapatkan kapal wisata untuk saat-saat high season seperti Lebaran ini terutama untuk melayani paket wisata Taman Nasional Komodo," katanya kepada Antara di Kupang, Rabu (13/6).

Menurutnya, permintaan paket tour ke Taman Nasional Komodo, Pulau Flores, mulai membeludak memasuki liburan Lebaran pada Juni 2018 dan diperkirakan hingga high season pada Agustus 2018.

Arus wisatawan ke destinasi wisata yang terkenal sebagai habitat satwa purba Komodo (varanus komodoensis) itu, katanya, juga cukup berimbang antara wisatawan domestik dan mancanegara.

Pemilik perusahaan yang melayani perjalanan wisata Flobamor Tour itu mengaku sudah menerima delapan paket tour, di antaranya, empat paket ke Taman Nasional Komodo serta Pulau Sumba dan Alor masing-masing dua paket tour.

Baca juga: Asita: Permintaan paket wisata ke NTT melimpah

Permintaan paket tour yang melimpah, lanjutnya, juga dialami operator lainnya yang beroperasi di berbagai destinasi wisata unggulan yang menyebar di provinsi setempat.

Untuk paket wisata ke Taman Nasional Komodo, lanjutnya, lebih dominan untuk wisata mengunjungi komodo dan hopping island yakni berkeliling ke pulau-pulau di sekitarnya.

Ia mengemukakan, namun ada pula operator tour terpaksa tidak melayani permintaan paket wisata Taman Nasional Komodo karena ketersediaan kapal wisata yang terbatas.

Berbeda dengan permintaan paket wisata seperti ke Pulau Sumba dan Alor yang umumnya untuk tujuan wisata pantai dan di darat sehingga tidak harus membutuhkan kesediaan kapal wisata yang banyak.

"Untuk ke Taman Nasional Komodo kalau memang tidak dapat kapal sama sekali biasanya kami minta agar ditunda waktunya," katanya.

Baca juga: Asita optimistis penerbangan Kupang-Lombok tingkatkan arus wisatawan
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar