90 persen wilayah perbatasan di NTT terjangkau jaringan seluler

id Telkomsel

Sebuah Base Transceiver Station (BTS)--infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara piranti komunikasi dan jaringan operator--di wilayah perbatasan RI-Timor Leste.

Sekitar 90 persen wilayah perbatasan di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah terjangkau jaringan seluler, kata Corporate Communications PT Telekomunikasi Selular Nusa Tengara Teny Ginaya.
Kupang (AntaraNews NTT) - Sekitar 90 persen wilayah perbatasan di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah terjangkau jaringan seluler, kata Corporate Communications PT Telekomunikasi Selular Nusa Tengara Teny Ginaya.

"Sementara 10 persen wilayah lain yang belum terjangkau jaringan seluler, sedang dalam tahap koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait yang berkompeten," katanya kepada Antara di Kupang, Kamis (8/11), terkait pembangunan BTS di wilayah perbatasan sebagaimana Nawacita Presiden Joko Widodo yang membangun Indonesia mulai dari pinggiran.

Warga negara Indonesia yang bermukim di perbatasan, seperti di Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang, Kabupaten Kupang, dengan wilayah kantung Timor Leste, Oecusse, kesulitan menggunakan internet dari Telkomsel Indonesia.

Mereka terpaksa membeli voucer internet dari Timor Leste untuk berkomunikasi. "Proses pembangunan BTS Telkomsel di wilayah perbatasan NTT sudah mencapai 90 persen. Masih ada 10 persen wilayah perbatasan yang belum tercover," katanya.

Dia menambahkan, pembangunan BTS di wilayah perbatasan tetap menjadi prioritas Telkomsel saat ini, untuk mendukung program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan komunikasi masyarakat di daerah perbatasan.

"Selain, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah NTT dan sekitarnya, dalam hal kelancaran komunikasi dan kecepatan akses penyebaran informasi melalui layanan data Telkomsel," kata Teny Ginaya.

Baca juga: Warga perbatasan rindukan internet
Kepala Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, Wemfied Komeo, menunjukkan kartu Telemor dari Timor Leste yang digunakan warga di wilayah perbatasan negara untuk mengakses internet. (ANTARA Foto/Asis Lewokeda) 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar