Program electrifying agriculture tumbuh 22,28 persen, menurut PLN
Rabu, 26 Juli 2023 23:00 WIB
Ilustrasi-Metode penyiraman otomatis tanaman bawang menggunakan "water sprinkler" di Desa Betet, Nganjuk, Jawa Timur. Dengan menggunakan listrik, petani melakukan penyiraman tanaman bawang secara otomatis melalui "sprinkle" air yang ditempatkan di tengah-tengah areal persawahan. ANTARA/HO-PLN
Jakarta (ANTARA) - PT PLN (Persero) menyebutkan Program Electrifying Agriculture (EA) pada semester I tahun 2023 tumbuh sebesar 22,28 persen.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan Program EA merupakan langkah PLN dalam mendukung sektor agrikultur di Indonesia dengan memanfaatkan listrik untuk kegiatan operasionalnya. Peralihan alat pertanian dari berbasis BBM ke listrik terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas masyarakat dan pelaku usaha.
"Lewat Program EA ini, sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan seperti tambak milik masyarakat yang beralih menggunakan listrik dalam kegiatannya bisa semakin efisien dan produktif. Selain itu, PLN tak hanya menghadirkan listrik tetapi juga membantu konversi alat dari BBM ke listrik," kata Darmawan dalam keterangannya di Jakarta, Senin, (24//7/2023)
PLN mencatat sepanjang semester I 2023 jumlah pelanggan EA terjadi peningkatan mencapai 217.818 pelanggan, dibandingkan semester yang sama pada 2022 sebanyak 178.127 pelanggan, dengan total daya 2.966 megavolt ampere (MVA) dan konsumsi listrik sebesar 2,46 terawatt hour (TWh). Lewat penambahan pelanggan tersebut, total konsumsi listrik EA juga naik menjadi 2,69 TWh.
Darmawan merinci Provinsi NTT menjadi salah satu provinsi yang sektor pertaniannya mulai masif beralih ke listrik. Hal itu tercermin dari pertumbuhan penjualan yang mencapai 46,28 persen dengan total konsumsi listrik mencapai 7,7 gigawatt hour (GWh) naik dibandingkan semester-I 2022 sebesar 5,27 GWh.
PLN juga mengklaim suksesnya Program EA juga mulai dirasakan oleh para petani di Jawa Timur. Banyaknya petani yang mulai mengimplementasikan modern farming membuat petani lain juga terinspirasi untuk meningkatkan produktivitas dengan Program EA. Hal itu tercermin dengan realisasi konsumsi listrik pada program EA mencapai 704,7 GWh.
Selain itu, PLN juga mencatat melalui program EA, mampu mendorong pertumbuhan penjualan listrik pada semester-I 2023. Tercatat, realisasi penjualan listrik kumulatif sebesar 137,12 TWh.
PLN pun berkomitmen terus menghadirkan listrik yang andal dan mampu mendorong multiplier effect kepada masyarakat. PLN mengharapkan dengan beralih menggunakan listrik, masyarakat mampu meningkatkan produktivitas ekonomi dan mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: PLN Indonesia Power inisiasi Megaproyek Hijaunesiadan Hydronesia
Baca juga: PLN pasok listrik petani jagung dan pepaya di Sumba Timur
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PLN sebut "program electrifying agriculture" tumbuh 22,28 persen
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan Program EA merupakan langkah PLN dalam mendukung sektor agrikultur di Indonesia dengan memanfaatkan listrik untuk kegiatan operasionalnya. Peralihan alat pertanian dari berbasis BBM ke listrik terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas masyarakat dan pelaku usaha.
"Lewat Program EA ini, sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan seperti tambak milik masyarakat yang beralih menggunakan listrik dalam kegiatannya bisa semakin efisien dan produktif. Selain itu, PLN tak hanya menghadirkan listrik tetapi juga membantu konversi alat dari BBM ke listrik," kata Darmawan dalam keterangannya di Jakarta, Senin, (24//7/2023)
PLN mencatat sepanjang semester I 2023 jumlah pelanggan EA terjadi peningkatan mencapai 217.818 pelanggan, dibandingkan semester yang sama pada 2022 sebanyak 178.127 pelanggan, dengan total daya 2.966 megavolt ampere (MVA) dan konsumsi listrik sebesar 2,46 terawatt hour (TWh). Lewat penambahan pelanggan tersebut, total konsumsi listrik EA juga naik menjadi 2,69 TWh.
Darmawan merinci Provinsi NTT menjadi salah satu provinsi yang sektor pertaniannya mulai masif beralih ke listrik. Hal itu tercermin dari pertumbuhan penjualan yang mencapai 46,28 persen dengan total konsumsi listrik mencapai 7,7 gigawatt hour (GWh) naik dibandingkan semester-I 2022 sebesar 5,27 GWh.
PLN juga mengklaim suksesnya Program EA juga mulai dirasakan oleh para petani di Jawa Timur. Banyaknya petani yang mulai mengimplementasikan modern farming membuat petani lain juga terinspirasi untuk meningkatkan produktivitas dengan Program EA. Hal itu tercermin dengan realisasi konsumsi listrik pada program EA mencapai 704,7 GWh.
Selain itu, PLN juga mencatat melalui program EA, mampu mendorong pertumbuhan penjualan listrik pada semester-I 2023. Tercatat, realisasi penjualan listrik kumulatif sebesar 137,12 TWh.
PLN pun berkomitmen terus menghadirkan listrik yang andal dan mampu mendorong multiplier effect kepada masyarakat. PLN mengharapkan dengan beralih menggunakan listrik, masyarakat mampu meningkatkan produktivitas ekonomi dan mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: PLN Indonesia Power inisiasi Megaproyek Hijaunesiadan Hydronesia
Baca juga: PLN pasok listrik petani jagung dan pepaya di Sumba Timur
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PLN sebut "program electrifying agriculture" tumbuh 22,28 persen
Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN dan Pemprov NTT perkuat Electrifying Lifestyle untuk masyarakat
02 September 2024 19:54 WIB, 2024
Srikandi PLN UIW NTT dan PLN UP3 Kupang gencar promo tambah daya dan electrifying lifestyle
27 November 2023 16:08 WIB, 2023
PLN menghadirkan listrik andal untuk pertanian hortikultura di Indonesia
23 December 2021 17:21 WIB, 2021