BMKG ingatkan warga NTT waspadai angin kencang hingga 60 km per jam
Kamis, 4 Juli 2024 13:22 WIB
Arsip - Tim BPBD Sabu Raijua, NTT mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Desa Roboaba, Kecamatan Sabu Barat, Selasa (12/3/2024). (ANTARA/HO-BPBD Sabu Raijua)
Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mewaspadai potensi angin kencang dengan kecepatan berkisar antara 30 hingga 60 km per jam.
"Waspadai potensi angin kencang dalam pekan ini sampai 8 Juli 2024," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang Sti Nenotek di Kupang, Kamis, (4/7/2024).
Ia menjelaskan peningkatan kecepatan angin dipengaruhi oleh aktifnya Monsoon Timur dan besarnya gradient tekanan Australia-NTT.
Pada umumnya arah angin di NTT bergerak dari arah Timur Laut-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 30 hingga 60 km per jam.
Sti mengingatkan hal ini harus diwaspadai oleh masyarakat di wilayah NTT, khususnya Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan sebagian Pulau Sumba.
Ia berpesan agar masyarakat mengantisipasi kejadian yang dapat merugikan, seperti robohnya tiang atau pohon.
Bagi masyarakat yang melakukan aktivitas perjalanan diingatkan untuk berhati-hati.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang meluas karena angin kencang.
"Antisipasi atap bangunan atau fasilitas umum lain rusak, karena angin kencang," ucapnya.
Menurut BMKG, secara umum sebagian besar wilayah di NTT telah memasuki musim kemarau. Namun, aktifnya madden jullian oscillation (MJO), gelombang Kelvin dan Rossby secara bersamaan menyebabkan wilayah NTT berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
"Waspadai banjir dan tanah longsor juga," kata Sti.
Baca juga: ASDP tutup sejumlah rute penyeberangan dari Kupang akibat cuaca buruk
Baca juga: Wilayah NTT berpotensi dilanda hujan dan angin kencang hingga 6 Juli
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG ingatkan warga NTT waspada angin kencang hingga 60 km per jam
"Waspadai potensi angin kencang dalam pekan ini sampai 8 Juli 2024," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang Sti Nenotek di Kupang, Kamis, (4/7/2024).
Ia menjelaskan peningkatan kecepatan angin dipengaruhi oleh aktifnya Monsoon Timur dan besarnya gradient tekanan Australia-NTT.
Pada umumnya arah angin di NTT bergerak dari arah Timur Laut-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 30 hingga 60 km per jam.
Sti mengingatkan hal ini harus diwaspadai oleh masyarakat di wilayah NTT, khususnya Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan sebagian Pulau Sumba.
Ia berpesan agar masyarakat mengantisipasi kejadian yang dapat merugikan, seperti robohnya tiang atau pohon.
Bagi masyarakat yang melakukan aktivitas perjalanan diingatkan untuk berhati-hati.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang meluas karena angin kencang.
"Antisipasi atap bangunan atau fasilitas umum lain rusak, karena angin kencang," ucapnya.
Menurut BMKG, secara umum sebagian besar wilayah di NTT telah memasuki musim kemarau. Namun, aktifnya madden jullian oscillation (MJO), gelombang Kelvin dan Rossby secara bersamaan menyebabkan wilayah NTT berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
"Waspadai banjir dan tanah longsor juga," kata Sti.
Baca juga: ASDP tutup sejumlah rute penyeberangan dari Kupang akibat cuaca buruk
Baca juga: Wilayah NTT berpotensi dilanda hujan dan angin kencang hingga 6 Juli
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG ingatkan warga NTT waspada angin kencang hingga 60 km per jam
Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG mengimbau nelayan-pelaku wisata Labuan Bajo waspada awan Cumulonimbus
10 November 2025 17:39 WIB
BMKG imbau nelayan dan pelaku wisata waspada angin kencang di Labuan Bajo
03 September 2025 12:53 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Wamenkomdigi: ANTARA berperan penting dalam mempublikasikan program pemerintah
20 January 2026 20:31 WIB
Kemenag mengalokasikan anggaran KIP Kuliah Rp1,6 triliun bagi mahasiswa PTKN
19 January 2026 13:13 WIB
Ekspedisi Patriot Kementrans menargetkan 1.000-1.500 peserta dari 10 kampus
19 January 2026 12:56 WIB