Kupang (ANTARA) - Kementerian Pariwisata melalui Badan Pelaksana Otoritas Labuan Bajo (BPOLBF) bekerja sama dengan Divers Alert Network (DAN)  memperkuat standar keselamatan wisata bahari di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan memberikan pelatihan kepada 50 peserta.

Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kemenpar, Itok Parikesit dalam keterangan yang diterima di Kupang, Minggu menegaskan bahwa aspek keselamatan merupakan elemen fundamental dalam pengembangan pariwisata bahari.

“Peningkatan keselamatan dan keamanan menyelam menjadi prasyarat agar destinasi bahari Indonesia tidak hanya dikenal indah, tetapi juga aman bagi wisatawan domestik maupun internasional,” katanya.

Ia menambahkan, materi edukasi yang diberikan seperti Basic Life Support, CPR, dan Emergency Oxygen Provider. Sejumlah materi edukasi itu diharapkan menjadi bekal penting bagi pelaku wisata selam untuk menghadapi potensi kecelakaan di lapangan, sekaligus mendorong target zero accident.

Kegiatan edukasi bahari itu diikuti oleh 50 peserta dari pelaku wisata selam, asosiasi pariwisata, pemerintah daerah, hingga instansi vertikal.

Program ini juga merupakan bagian dari kolaborasi Diving Safety 1000 Initiatives antara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan Divers Alert Network yang berjalan sejak 2023 dan telah menjangkau lebih dari 90 persen destinasi wisata bahari di Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah pusat dalam mendorong peningkatan keselamatan wisata bahari di daerah tersebut.

Menurut dia kegiatan itu dapat membantu mencegah kecelakaan wisata bahari di perairan Labuan Bajo yang kerap terjadi.

Presiden dan CEO DAN, Cliff Richardson, menekankan bahwa keselamatan merupakan inti dari seluruh inisiatif organisasi tersebut.

“Keberhasilan program ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang nyawa yang dilindungi dan standar keselamatan kelas dunia yang terus ditingkatkan,” katanya.

Sementara itu Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menegaskan bahwa keselamatan adalah fondasi utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo.

“Kami ingin memastikan setiap wisatawan mendapatkan pengalaman yang tidak hanya indah, tetapi juga aman,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mencakup sesi teori dan praktik langsung, termasuk penanganan kondisi darurat seperti CPR, penggunaan AED, pemberian oksigen darurat, serta teknik penanganan gangguan pernapasan. Peserta turut dibekali Marine Medikit sebagai perlengkapan pertolongan pertama di lapangan.

Melalui kolaborasi ini, BPOLBF bersama Kemenpar dan DAN terus mendorong peningkatan kapasitas SDM pariwisata bahari, sebagai bagian dari transformasi Labuan Bajo menuju destinasi pariwisata yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan.