Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, menyiapkan Taman Generasi Penerus (Tagepe) sebagai ruang publik berbasis ekonomi kreatif yang mewadahi aktivitas seni, literasi, dan komunitas guna mendorong produktivitas masyarakat.

"Kalau Taman Nostalgia kita dorong lebih hidup lewat kuliner dan UMKM, maka Taman Tagepe nanti kita ingin lebih menonjolkan kesenian dan ekonomi kreatif," kata Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis di Kupang, Senin.

Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung Taman Tagepe di Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Ia mengatakan berbeda dengan kawasan Taman Nostalgia yang lebih berkembang sebagai ruang kuliner melalui event Saboak, Taman Tagepe akan diarahkan menjadi ruang publik kreatif yang memberi tempat bagi ekspresi seni, edukasi, dan aktivitas komunitas masyarakat, khususnya generasi muda.

Serena menegaskan bahwa dirinya bersama Wali Kota Kupang telah sepakat untuk menghidupkan kembali taman-taman kota sesuai fungsi dan karakter masing-masing.

Menurutnya, Taman Tagepe memiliki potensi besar karena secara tata letak dan ruang sebenarnya sudah cukup baik, sehingga yang diperlukan saat ini adalah mengoptimalkan fungsi taman agar benar-benar hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Ke depan, kawasan tersebut direncanakan menjadi ruang pengembangan literasi, pendidikan, teater, paduan suara, live music, hingga pameran seni seperti galeri lukisan, galeri foto, dan galeri sejarah Kota Kupang.

"Tagepe ini sebenarnya layout-nya sudah bagus. Tinggal bagaimana kita menciptakan aktivitas baru yang bisa kita optimalkan di sini," jelasnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa Pemkot Kupang tidak ingin mengambil kebijakan secara sepihak tanpa mendengar aspirasi masyarakat sekitar. Karena itu, pendekatan yang digunakan adalah partisipatif dengan mengedepankan respons warga sebelum konsep tersebut dijalankan.

"Kita masih lihat dulu respon dari masyarakat sekitar. Karena kita mau buat kebijakan itu harus melihat respon masyarakat dulu. Jadi bottom to top. Jangan target dari pemerintah langsung kita hajar ke bawah saja. Kalau masyarakat approve, baru kita implementasikan," sebutnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Kupang menghadirkan ruang publik yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga hidup sebagai pusat interaksi sosial, kreativitas, dan pengembangan potensi masyarakat.

Dengan konsep baru tersebut, Taman Tagepe diharapkan tidak sekadar menjadi taman kota biasa, tetapi bertumbuh menjadi ruang budaya dan kreativitas yang memberi warna baru bagi wajah Kota Kupang.

Pada kesempatan itu, Serena didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Kepala Dinas Perhubungan, Kasat Pol PP, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait lainnya.