Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menilai program We NEXUS yang dijalankan Save the Children Indonesia bersama United Nations (UN) Women dan Circle Of Imagine Society (CIS) Timor memperkuat kesetaraan peran perempuan dengan kaum pria di desa.
“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, saya menyampaikan apresiasi kepada Save the Children Indonesia, CIS Timor, UN Women, serta seluruh mitra yang telah mengawal pelaksanaan program We NEXUS di NTT,” kata Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat ,Hendrina Sintiche Laiskodat di Kupang, Selasa.
Secara nasional, program WE NEXUS merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, UN Women, KOICA, dan berbagai mitra pelaksana seperti CARE Peduli, Wahid Foundation, dan Save the Children.
Program ini menyasar prioritas pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029, serta mendukung target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), 5 (Kesetaraan Gender), 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).
Untuk wilayah NTT program ini, akan berakhir pada akhir tahun 2026 ini dan baru dilaksanakan di dua kabupaten yakni Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Keberadaan program WE NEXUS ini sebagai upaya mendukung kaum perempuan di NTT, khususnya di pulau Timor yang masih dipandang sebelah mata oleh kaum pria.
Dalam budaya orang Timur, suara kaum perempuan masih belum didengar dalam berbagai pertemuan atau rapat-rapat baik di dalam desa atau dalam keluarga.
Kehadiran Program WE NEXUS ini menurut dia, tidak hanya membuat perempuan sebagai penerima manfaat program, tetapi juga didorong menjadi penggerak pembangunan desa, penguatan kohesi sosial, hingga pengambil keputusan dalam forum masyarakat.
Hal ini, ujar dia sudah terbukti dengan mulai terlihat partisipasi perempuan dalam perencanaan desa serta penyusunan kebijakan.
“Partisipasi perempuan dalam perencanaan desa, penyusunan kebijakan, dan penganggaran responsif gender juga meningkat,” katanya.
Pemerintah Provinsi NTT menyebut capaian tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah “NTT Maju, Cerdas, Sehat, Sejahtera dan Berkelanjutan”.
Pemprov NTT menilai pengalaman dan pembelajaran dari We NEXUS dapat menjadi model pengembangan ekonomi masyarakat desa yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Selain penguatan ekonomi, program tersebut juga membangun kelompok masyarakat inklusif untuk memperkuat kohesi sosial, pencegahan konflik, kesiapsiagaan bencana, dan ketahanan masyarakat desa.