Sangat panjang, NTT alami hari tanpa hujan
Selasa, 23 Juli 2019 10:11 WIB
Warga Nusa Tenggara Timur mulai kesulitan mendapatkan air bersih, sebagai akibat dari kemarau panjang tahun ini. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, hampir semua wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami hari tanpa hujan (HTH) dengan kategori panjang.
"Berdasarkan monitoring HTH dasarian II Juli 2019 menunjukkan, Provinsi NTT pada umumnya mengalami HTH dengan kategori sangat panjang (31-61 hari) hingga kategori kekeringan ekstrem (>60 hari)," kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kupang Apolinaris Geru kepada ANTARA di Kupang, Selasa (23/7).
Menurut dia, beberapa wilayah yang sudah mengalami HTH dengan kategori kekeringan ekstrem adalah Kabupaten Ende di wilayah sekitar Nanganio; Kabupaten Sikka di sekitar Magepanda dan Waigete; Kabupaten Flores Timur di sekitar Larantuka, Konga, Kabupaten Lembata di sekitar Lewoleba, Wairiang, Waipukang dan Wulandoni.
Kondisi yang sama juga di Kabupaten Sumba Barat di sekitar Waikabubak; Kabupaten Sumba Timur di sekitar Stamet Waingapu, Wanga, Melolo, Temu/Kanatang, Lambanapu, Rambangaru, dan Kamanggih; Kabupaten Sabu Raijua di sekitar Daieko; Kabupaten Rote Ndao di sekitar Pepela dan Busalangga.
Begitu juga di Kota Kupang di sekitar Stamet El Tari, Sikumana, Bakunase, Oepoi dan Mapoli; Kabupaten Kupang di sektar Oekabiti, Lelogama, Oenesu, Oelnasi dan Sulamu; Kabupaten Belu di sekitar wilayah Atambua, Fatubenao, Fatukmetan, Wedomu, Haekesak serta Umarese, dan Fatulotu.
Mengenai curah hujan, dia mengatakan, dari hasil analisa curah hujan dasarian II Juli 2019, wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), hampir seluruhnya mengalami kategori rendah (0-50 mm).* Air sungai yang menjadi sumber utama irigasi pertanian, kini perlahan mulai mengering. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/pras).
"Berdasarkan monitoring HTH dasarian II Juli 2019 menunjukkan, Provinsi NTT pada umumnya mengalami HTH dengan kategori sangat panjang (31-61 hari) hingga kategori kekeringan ekstrem (>60 hari)," kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kupang Apolinaris Geru kepada ANTARA di Kupang, Selasa (23/7).
Menurut dia, beberapa wilayah yang sudah mengalami HTH dengan kategori kekeringan ekstrem adalah Kabupaten Ende di wilayah sekitar Nanganio; Kabupaten Sikka di sekitar Magepanda dan Waigete; Kabupaten Flores Timur di sekitar Larantuka, Konga, Kabupaten Lembata di sekitar Lewoleba, Wairiang, Waipukang dan Wulandoni.
Kondisi yang sama juga di Kabupaten Sumba Barat di sekitar Waikabubak; Kabupaten Sumba Timur di sekitar Stamet Waingapu, Wanga, Melolo, Temu/Kanatang, Lambanapu, Rambangaru, dan Kamanggih; Kabupaten Sabu Raijua di sekitar Daieko; Kabupaten Rote Ndao di sekitar Pepela dan Busalangga.
Begitu juga di Kota Kupang di sekitar Stamet El Tari, Sikumana, Bakunase, Oepoi dan Mapoli; Kabupaten Kupang di sektar Oekabiti, Lelogama, Oenesu, Oelnasi dan Sulamu; Kabupaten Belu di sekitar wilayah Atambua, Fatubenao, Fatukmetan, Wedomu, Haekesak serta Umarese, dan Fatulotu.
Mengenai curah hujan, dia mengatakan, dari hasil analisa curah hujan dasarian II Juli 2019, wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), hampir seluruhnya mengalami kategori rendah (0-50 mm).* Air sungai yang menjadi sumber utama irigasi pertanian, kini perlahan mulai mengering. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/pras).
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPBD Sabu Raijua distribusi air bersih ke lima kecamatan atasi kekeringan
04 September 2024 6:00 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menko Pangan: Penerima MBG menjangkau 60 juta orang, SPPG capai 22.091 unit
29 January 2026 13:36 WIB
378 pendaftar lolos seleksi administrasi calon anggota KIP periode 2026--2030
27 January 2026 8:35 WIB