Tak ada korban kebakaran kampung adat di Sumba Barat Daya
Senin, 28 September 2020 17:22 WIB
Ilustrasi - Seorang anak menaiki kuda di kampung adat Ratenggaro Desa Umbu Ngedo, Kodi Bangedo, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Rabu (28/8/2019). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/foc.
Kupang (ANTARA) - Bupati Sumba Barat Daya Kornelis Kodi Mete mengatakan tidak ada korban meninggal dunia dalam kebakaran kampung adat di Desa Delo, Kecamatan Wewewa Selatan pada Minggu (27/9).
"Saya baru kembali dari lokasi kejadian. Tidak ada korban yang terbakar dalam peristiwa kebakaran di Desa Delo," katanya ketika menghubungi ANTARA di Kupang, Senin (28/9).
Ia mengatakan korban yang dilaporkan meninggal adalah jenazah yang sedang dalam proses persiapan untuk pemakaman oleh keluarga dan tidak sempat dibawa keluar rumah saat terjadi kebakaran yang menghanguskan 25 rumah adat di desa itu.
"Jasad korban yang terbakar adalah jenazah yang sedang dalam persiapan pemakaman, saat terjadi kebakaran," katanya.
Baca juga: PLN-Damkar Kupang gelar pelatihan tanggap darurat kebakaran
Baca juga: Polisi sebut terbakarnya puluhan rumah adat di sumba akibat tersambar petir
Jenazah tersebut atas nama PR Wini Nono (82). Jenazah ikut terbakar karena tidak sempat dibawa keluar rumah oleh keluarga yang panik.
Mengenai bantuan, dia mengatakan, bantuan darurat berupa tenda dan makanan sudah dikirim ke lokasi kejadian.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur itu, mengatakan para korban yang berjumlah 34 kepala keluarga (KK) sementara ini menempati tenda-tenda sambil menunggu pembangunan kembali tempat tinggal mereka.
Kepala BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya Agustinus Pandak menambahkan bantuan seperti terpal, beras, dan makanan cepat saji sudah tiba di lokasi kejadian.
Dia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban kebakaran.
"Saya baru kembali dari lokasi kejadian. Tidak ada korban yang terbakar dalam peristiwa kebakaran di Desa Delo," katanya ketika menghubungi ANTARA di Kupang, Senin (28/9).
Ia mengatakan korban yang dilaporkan meninggal adalah jenazah yang sedang dalam proses persiapan untuk pemakaman oleh keluarga dan tidak sempat dibawa keluar rumah saat terjadi kebakaran yang menghanguskan 25 rumah adat di desa itu.
"Jasad korban yang terbakar adalah jenazah yang sedang dalam persiapan pemakaman, saat terjadi kebakaran," katanya.
Baca juga: PLN-Damkar Kupang gelar pelatihan tanggap darurat kebakaran
Baca juga: Polisi sebut terbakarnya puluhan rumah adat di sumba akibat tersambar petir
Jenazah tersebut atas nama PR Wini Nono (82). Jenazah ikut terbakar karena tidak sempat dibawa keluar rumah oleh keluarga yang panik.
Mengenai bantuan, dia mengatakan, bantuan darurat berupa tenda dan makanan sudah dikirim ke lokasi kejadian.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur itu, mengatakan para korban yang berjumlah 34 kepala keluarga (KK) sementara ini menempati tenda-tenda sambil menunggu pembangunan kembali tempat tinggal mereka.
Kepala BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya Agustinus Pandak menambahkan bantuan seperti terpal, beras, dan makanan cepat saji sudah tiba di lokasi kejadian.
Dia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban kebakaran.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah bertekat jalankan transformasi sistem kesehatan melalui enam pilar
04 April 2024 12:56 WIB, 2024
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemprov NTT menyediakan layanan feri gratis ke Larantuka untuk prosesi Semana Santa
29 March 2026 17:46 WIB