Pemkab Mabar harapkan Politeknik Pariwisata segera dibangun
Minggu, 21 Februari 2021 9:20 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Agustinus Rinus. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)
Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Rinus mengharapkan Pemerintah Pusat segera membangun sekolah Politeknik Pariwisata di Labuan Bajo untuk mendukung penyiapan sumber daya manusia yang unggul di sektor pariwisata.
"Peningkatan sumber daya manusia pariwisata di Labuan Bajo perlu segera dilakukan, termasuk salah satunya kami mengusulkan (ke pemerintah Pusat) pembangunan Politeknik Pariwisata yang kami harapkan segera direalisasi," katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Sabtu, (20/2).
Ia mengatakan pelabelan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium menjadi tantangan berat bagi daerah terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul di sektor pariwisata.
Hal ini dikarenkan dari 274 ribu lebih penduduk Manggarai Barat, tedapat 60 persen di antaranya yang berijasah paling tinggi sekolah dasar (SD), katanya menjelaskan.
Oleh karena itu penyiapan sumber daya manusia menjadi tantangan utama yang dihadapi dalam pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo.
"Ini menjadi tantangan berat, kalau tidak kami akan menjadi penonton di negeri kami sendiri," katanya.
Baca juga: Puncak Waringin Labuan Bajo akan dikelola Perumda Bidadari
Baca juga: Kusumastuti: Lingkungan sangat diperhatikan dalam penataan Labuan Bajo
Lebih lanjut Agustinus mengatakan sektor pariwisata Labuan Bajo saat ini sudah bekembang pesat dengan dukungan pembangunan dari pemerintah Pusat.
Oleh karenanya harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia agar masyarakat bisa merasakan dampak kemajuan pariwisata Labuan Bajo yang mendunia lewat destinasi unggulan Taman Nasional Komodo itu.
"Peningkatan sumber daya manusia pariwisata di Labuan Bajo perlu segera dilakukan, termasuk salah satunya kami mengusulkan (ke pemerintah Pusat) pembangunan Politeknik Pariwisata yang kami harapkan segera direalisasi," katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Sabtu, (20/2).
Ia mengatakan pelabelan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium menjadi tantangan berat bagi daerah terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul di sektor pariwisata.
Hal ini dikarenkan dari 274 ribu lebih penduduk Manggarai Barat, tedapat 60 persen di antaranya yang berijasah paling tinggi sekolah dasar (SD), katanya menjelaskan.
Oleh karena itu penyiapan sumber daya manusia menjadi tantangan utama yang dihadapi dalam pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo.
"Ini menjadi tantangan berat, kalau tidak kami akan menjadi penonton di negeri kami sendiri," katanya.
Baca juga: Puncak Waringin Labuan Bajo akan dikelola Perumda Bidadari
Baca juga: Kusumastuti: Lingkungan sangat diperhatikan dalam penataan Labuan Bajo
Lebih lanjut Agustinus mengatakan sektor pariwisata Labuan Bajo saat ini sudah bekembang pesat dengan dukungan pembangunan dari pemerintah Pusat.
Oleh karenanya harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia agar masyarakat bisa merasakan dampak kemajuan pariwisata Labuan Bajo yang mendunia lewat destinasi unggulan Taman Nasional Komodo itu.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenag Manggarai memperkuat kepercayaan konsumen lewat sertifikasi halal
02 February 2026 19:40 WIB
Gubernur NTT bersama tokoh agama dan adat berdoa di lokasi kecelakaan kapal
31 December 2025 16:32 WIB
Tim SAR gabungan makin memperluas pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo
31 December 2025 6:38 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kepala Daerah se-NTT sepakat negosiasi dengan pusat soal batas belanja pegawai 30 persen
04 March 2026 13:07 WIB
Gunung Ili Lewotolok di Lembata meletus lontarkan api pijar 300 meter dari puncak
27 February 2026 3:06 WIB