Gugus Tugas: Pasien COVID meninggal di NTT bertambah 17 orang
Minggu, 25 Juli 2021 9:29 WIB
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu. ANTARA/ Benny Jahang)
Kupang (ANTARA) - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu menyebutkan adanya penambahan 17 orang pasien COVID-19 yang meninggal dunia sehingga bertambah menjadi 683 orang.
"Berdasarkan data yang diterima GTPP NTT ada penambahan 17 orang pasien COVID-19 di NTT yang meninggal dunia pada Jumat (24/7)," kata Marius Ardu Jelamu di Kupang, Sabtu (24/7).
Ia mengatakan 17 pasien yang meninggal dunia itu tersebar di Kabupaten Ngada lima orang, Kota Kupang empat orang, dan Kabupaten Ende tiga orang.
Sementara di Kabupaten Manggarai Barat dua orang dan Kabupaten Belu, Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) masing-masing satu orang.
"Setelah ada penambahan 17 pasien yang meninggal itu sehingga pasien yang meninggal di NTT bertambah menjadi 683 orang," tegas Marius.
Ia mengatakan pasien COVID-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga Jumat (23/7) mencapai 35.167 orang dan 23.915 orang telah dinyatakan sembuh.
Sementara yang masih dalam perawatan medis dan isolasi mandiri tercatat 10.569 orang.
"Kasus meninggal karena paparan virus corona di NTT juga cukup tinggi sehingga kami berharap masyarakat benar-benar waspada dan tetap mengikuti protokol kesehatan secara serius," tegas Marius.
Ia juga meminta pemerintah kabupaten/kota untuk terus melakukan pengawasan secara ketat terhadap penerapan PPKM mikro guna mengendalikan lonjakan kasus positif COVID-19.
Baca juga: DPRD NTT minta RS perkuat edukasi penanganan jenazah COVID-19
Baca juga: Satgas sebut positif COVID-19 di NTT bertambah 1.021 orang
"Berdasarkan data yang diterima GTPP NTT ada penambahan 17 orang pasien COVID-19 di NTT yang meninggal dunia pada Jumat (24/7)," kata Marius Ardu Jelamu di Kupang, Sabtu (24/7).
Ia mengatakan 17 pasien yang meninggal dunia itu tersebar di Kabupaten Ngada lima orang, Kota Kupang empat orang, dan Kabupaten Ende tiga orang.
Sementara di Kabupaten Manggarai Barat dua orang dan Kabupaten Belu, Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) masing-masing satu orang.
"Setelah ada penambahan 17 pasien yang meninggal itu sehingga pasien yang meninggal di NTT bertambah menjadi 683 orang," tegas Marius.
Ia mengatakan pasien COVID-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga Jumat (23/7) mencapai 35.167 orang dan 23.915 orang telah dinyatakan sembuh.
Sementara yang masih dalam perawatan medis dan isolasi mandiri tercatat 10.569 orang.
"Kasus meninggal karena paparan virus corona di NTT juga cukup tinggi sehingga kami berharap masyarakat benar-benar waspada dan tetap mengikuti protokol kesehatan secara serius," tegas Marius.
Ia juga meminta pemerintah kabupaten/kota untuk terus melakukan pengawasan secara ketat terhadap penerapan PPKM mikro guna mengendalikan lonjakan kasus positif COVID-19.
Baca juga: DPRD NTT minta RS perkuat edukasi penanganan jenazah COVID-19
Baca juga: Satgas sebut positif COVID-19 di NTT bertambah 1.021 orang
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkeu Purbaya: Penempatan Rp200 triliun di Himbara bisa terserap sektor rill sebulan
16 September 2025 13:09 WIB
Danantara: Kesepakatan membeli 50 pesawat Boeing sudah ada sebelum pandemi COVID-19
29 July 2025 14:02 WIB
KPK mengusut harga barang yang disuplai untuk bansos presiden terkait COVID-19
22 July 2025 11:36 WIB
Presiden Jokowi persilakan KPK mengusut dugaan korupsi Bansos COVID-19 tahun 2020
27 June 2024 18:00 WIB, 2024