BI NTT sebut percepatan vaksinasi jadi game charger pemulihan ekonomi
Sabtu, 18 September 2021 7:50 WIB
Petugas vaksinator dari Polda NTT menyuntikan cairan vaksin kepada seorang warga saat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dengan nama Vaksin Merdeka di Kota Kupang, NTT, Selasa (7/9/2021).ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.
Kupang (ANTARA) - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah NTT I Nyoman Ariawan Atmaja menilai bahwa pelaksanaan vaksinasi di Kota Kupang harus dipercepat sebagai game changer pemulihan ekonomi di Kota Kupang maupun Provinsi NTT.
"Kegiatan vaksinasi harus terus dipercepat, sebagai game changer pemulihan ekonomi di Kota Kupang maupun Provinsi NTT," katanya kepada wartawan di Kupang, Jumat, (17/9).
Hal ini disampaikan berkaitan dengan persiapan vaksinasi COVID-19 kolaborasi antara REI NTT dan Lembaga Jasa Keuangan di NTT yang akan digelar pada Senin (20/9) hingga Jumat (24/9) pekan depan.
I Nyoman Ariawan mengatakan perekonomian NTT pada triwulan II-2021 tumbuh sebesar 4,22 persen year-on-year (yoy) atau meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh hanya mencapai 0,12 persen (yoy).
"Pertumbuhan ekonomi NTT tersebut lebih rendah dibandingkan dengan nasional yang tumbuh sebesar 7,07 persen (yoy)," tambah dia.
Ia menambahkan NTT juga tercatat mengalami deflasi pada Agustus 2021 sebesar 0,58 persen month-to-month (mtm). Sedangkan secara tahunan, inflasi NTT tercatat 1,89 persen (yoy), lebih tinggi dari inflasi nasional.
Mengingat kinerja ekonomi yang melambat, Nyoman berharap adanya kolaborasi dari semua kalangan demi mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di NTT, khususnya di Kota Kupang.
Sementara itu, Deputi Kepala OJK Provinsi NTT, Setia Ariyanto menambahkan salah satu upaya membuat ekonomi bangkit adalah dengan mempercepat pemberian vaksin.
Menurut dia, selama ini kolaborasi antara BI dan OJK terkait vaksinasi sudah terus dilakukan, terutama pada kegiatan yang mulai berlangsung pada Senin (20/9) kepada masyarakat umum.
Baca juga: REI NTT gandeng BI-OJK gelar vaksinasi COVID-19
Baca juga: BI NTT dorong percepatan belanja daerah
"Kegiatan vaksinasi harus terus dipercepat, sebagai game changer pemulihan ekonomi di Kota Kupang maupun Provinsi NTT," katanya kepada wartawan di Kupang, Jumat, (17/9).
Hal ini disampaikan berkaitan dengan persiapan vaksinasi COVID-19 kolaborasi antara REI NTT dan Lembaga Jasa Keuangan di NTT yang akan digelar pada Senin (20/9) hingga Jumat (24/9) pekan depan.
I Nyoman Ariawan mengatakan perekonomian NTT pada triwulan II-2021 tumbuh sebesar 4,22 persen year-on-year (yoy) atau meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh hanya mencapai 0,12 persen (yoy).
"Pertumbuhan ekonomi NTT tersebut lebih rendah dibandingkan dengan nasional yang tumbuh sebesar 7,07 persen (yoy)," tambah dia.
Ia menambahkan NTT juga tercatat mengalami deflasi pada Agustus 2021 sebesar 0,58 persen month-to-month (mtm). Sedangkan secara tahunan, inflasi NTT tercatat 1,89 persen (yoy), lebih tinggi dari inflasi nasional.
Mengingat kinerja ekonomi yang melambat, Nyoman berharap adanya kolaborasi dari semua kalangan demi mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di NTT, khususnya di Kota Kupang.
Sementara itu, Deputi Kepala OJK Provinsi NTT, Setia Ariyanto menambahkan salah satu upaya membuat ekonomi bangkit adalah dengan mempercepat pemberian vaksin.
Menurut dia, selama ini kolaborasi antara BI dan OJK terkait vaksinasi sudah terus dilakukan, terutama pada kegiatan yang mulai berlangsung pada Senin (20/9) kepada masyarakat umum.
Baca juga: REI NTT gandeng BI-OJK gelar vaksinasi COVID-19
Baca juga: BI NTT dorong percepatan belanja daerah
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DJPb: Penyaluran Perlinsos di NTT mencapai Rp589,15 miliar per Februari 2026
26 March 2026 20:23 WIB
Pertamina mengalihkan suplai BBM dari Atapupu ke TTS imbas jembatan Oelmasi7 ambruk
26 March 2026 15:57 WIB
DJP: Realisasi penerimaan pajak NTT hingga Februari 2026 mencapai Rp298,66 miliar
26 March 2026 15:53 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
DJP: Realisasi penerimaan pajak NTT hingga Februari 2026 mencapai Rp298,66 miliar
26 March 2026 15:53 WIB
DJP: 74.556 wajib pajak di NTT sudah melaporkan SPT Tahunan hingga Februari 2026
26 March 2026 15:51 WIB