BPBD NTT ingatkan pemudik waspadai longsor

id Tini Thadeus

Kepala BPBD Nusa Tenggara Timur Tini Thadeus.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur mengingatkan para pemudik Natal dan Tahun Baru 2019 untuk mewaspadai titik rawan bencana tanah longsor di jalanan.
Kupang (ANTARA News NTT) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur mengingatkan para pemudik Natal dan Tahun Baru 2019 untuk mewaspadai titik rawan bencana tanah longsor di jalanan.

"Warga yang mudik Natal dan Tahun Baru 2019 menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda empat agar tetap mewaspadai titik-titik rawan longsor di jalanan," kata Kepala BPBD NTT Tini Thadeus di Kupang, Rabu (5/12).

Ia mengatakan Nusa Tenggara Timur saat ini sudah memasuki musim hujan sehingga berpeluang terjadinya bencana tanah longsor.

Tini menyebut sejumlah titik rawan longsor di jalanan seperti di Pulau Timor mencakup wilayah Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Selain itu di sepanjang ruas jalan Pulau Flores mulai dari Kabupaten Flores Timur hingga Kabupaten Manggarai Barat.

"Di Flores ini terutama di Kabupaten Ende agar lebih diwaspadai karena banyak daerah bukit-bukit di sepanjang jalan yang mudah longsor," katanya.

Baca juga: BMKG: Waspadai banjir dan longsor

Untuk itu, ia meminta para pemudik yang melalui jalur darat agar ketika terjadi hujan lebat di jalanan maka bisa memperlambat kendaraan ataupun berhenti sejenak.

Ia mengatakan, belum lama ini bencana tanah longsor telah menewaskan sekitar tiga orang warga di Kabupaten Nagekeo.

Meskipun peristiwa ini di sekitar pemukiman warga, namun ia mengimbau agar warga yang melintas di jalanan agar tetap waspada.

Tini menambahkan, untuk mengantisipasi penanggulangan bencana selama musim hujan ini, pihaknya membentuk posko yang masing-masing menyebar di 22 kabupaten/kota.

"Petugas kami di setiap daerah tentu tetap siaga sehingga ketika ada bencana langsung dilaporkan secara berjenjang untuk ditangani," demikian Tini Thadeus.

Baca juga: Bupati Nagekeo: Waspadai tanah longsor
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar