Pemerintah segera bangun pelabuhan feri di Oepoli

id feri

Pemerintah segera bangun pelabuhan feri di Oepoli

Bupati Kupang Korinus Masneno.(ANTARA FOTO/Benny Jahang)

Pemerintah Kabupaten Kupang, segera membangun pelabuhan Feri di Oepoli, Kecamatan Amfoang Utara guna membuka isolasi kawasan yang berbatasan langsung dengan Distrik Oecusse, Timor Leste itu.
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur segera membangun pelabuhan Feri di Oepoli, Kecamatan Amfoang Utara guna membuka isolasi kawasan yang berbatasan langsung dengan Distrik Oecusse, Timor Leste itu.

"Kami sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membangun pelabuhan Feri di Oepoli dalam tahun ini guna mempercepat pembangunan ekonomi di kawasan tersebut," kata Bupati Kupang Korinus Masneno di Oelamasi, Rabu (10/4).

Korinus mengatakan hal itu terkait upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan kawasan di perbatasan Kabupaten Kupang dengan Distrik Oecusse, Timor Leste.

Dia mengatakan, pembangunan pelabuhan Feri di Amfoang Utara sangat penting untuk membuka isolasi wilayah dan memudahkan pemasaran hasil bumi maupun ternak dari wilayah perbatasan itu ke Kupang.

"Saat ini memang ada pelabuhan di Oepoli tetapi khusus penumpang sehingga kurang efektif. Wilayah ini membutuhkan pelabuhan penyeberangan Feri guna memudahkan pemasaran hasil bumi milik masyarakat dari kawasan perbatasan Kabupaten Kupang dengan Oecusse," kata Korinus.

Dia mengatakan, wilayah Amfoang yang berbatasan dengan Oecusse, Timor Leste merupakan daerah penghasil beras dan komditi perkebunan yang bernilai ekonomis.

Kendati demikian, kata dia, berbagai hasil bumi dari daerah itu tidak bisa dipasarkan keluar karena tidak didukung dengan akses transportasi yang memadai.

"Kondisi jalan darat yang sangat buruk sehingga hasil bumi tidak bisa diangkut melalui jalan darat. Daerah ini juga selalu terisolir saat cuaca buruk akbat akses transportasi jalan yang buruk," kata Korinus.

Baca juga: Pengguna jasa pelayaran kapal feri keluhkan pelayanan
Baca juga: ASDP Kupang hentikan pelayaran akibat gelombang
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar