Labuan Bajo (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkomitmen menurunkan angka kecelakaan kapal melalui pendekatan pelayanan dan berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait keselamatan berlayar bagi nelayan dan pelaku wisata.
"Kami sering melakukan sosialisasi dan edukasi tentang keselamatan berlayar kepada para nelayan, seperti saat pelayanan pas kecil elektronik (e-pas kecil) kami gunakan kesempatan itu untuk sosialisasi," kata Kepala KSOP Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto di Manggarai Barat, NTT, Rabu.
Ia menambahkan angka kecelakaan kapal secara rasio di wilayah perairan Labuan Bajo semakin menurun dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Ia merinci angka rasio kecelakaan kapal di perairan Labuan Bajo pada tahun 2021 sebesar 0,048, tahun 2022 sebesar 0,045 persen, tahun 2023 sebesar 0,036 persen, tahun 2024 sebesar 0,028 persen dan hingga 30 September 2025 sebesar 0,019 persen.
Rasio kecelakaan kapal atau pelayaran dihitung dari jumlah keberangkatan kapal yang mendapatkan surat persetujuan berlayar (SPB) dibandingkan dengan total jumlah kecelakaan yang terjadi.
"Hingga akhir September 2025 ini yang tercatat 0,019 persen dari 100 ribu keberangkatan kapal," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan penurunan rasio kecelakaan kapal merupakan hasil dari upaya pelatihan kepada nelayan dan awak kapal wisata terkait keselamatan, keamanan dan kenyamanan dalam melakukan pelayaran.
"Tahun ini kami telah lakukan kepada nelayan yang juga melayani jasa wisata seperti di Rangko, Labuan Bajo, Pulau Papagarang hingga nelayan di Pulau Mules, Kabupaten Manggarai," katanya.
Ia mengatakan, upaya lain yang dilakukan untuk mencegah kecelakaan laut yakni mengeluarkan Notice to Mariners (NtM) atau pemberitahuan kepada nakhoda kapal jika terdapat potensi cuaca ekstrem berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) atas situasi terkini perairan laut.
"Selain itu, kami rutin melakukan patroli laut bukan hanya melihat pelanggaran, tapi melakukan pengecekan peralatan keselamatan, dan peragaan menggunakan alat keselamatan serta petunjuk jika ada keadaan gawat darurat," katanya.

