Peluang Demokrat ke Jokowi tergantung Megawati

id mega sby demokrat

Peluang Demokrat ke Jokowi tergantung Megawati

Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan)

Peluang Partai Demokrat untuk bergabung dalam koalisi 01 sangat tergantung pada restu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan yang merupakan partai pengusung utama paslon 01.
Kupang (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr Ahmad Atang, MSi mengatakan, peluang Partai Demokrat untuk bergabung dalam koalisi 01 sangat tergantung pada restu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan yang merupakan partai pengusung utama paslon 01.

"Menurut saya, peluang Demokrat untuk bergabung ke Koalisi Indonesia Kerja, sangat tergantung pada restu Megawati sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan yang merupakan partai pengusung utama Jokowi," kata Ahmad Atang kepada Antara di Kupang, Jumat (14/6).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan membaiknya hubungan Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang telah lama terputus komunikasi politik, dan peluang Partai Demokrat untuk bergabung ke Koalisi Indonesia Kerja.

Menurut dia, kunjungan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke rumah Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri, bisa jadi merupakan bagian dari bentuk untuk mempertegas posisi Demokrat pascapilpres yang mendukung dan mengakui pemenang Pilpres adalah 01.

Karena itu, Demokrat menyadari bahwa untuk bergabung ke koalisi 01 sangat tergantung pada restu Megawati sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan yang merupakan partai pengusung Jokowi.

"Tanpa restu dari Megawati, maka peluang Demokrat bergabung menjadi kecil, sehingga sowan ke Megawati secara politik menimbulkan spekulasi publik bahwa Demokrat sedang meminta restu untuk bergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja," katanya.

Ahmad Atang menambahkan, secara de facto moral politik dan semangat Partai Demokrat terlihat dipermukaan sudah menurun untuk memberi dukungan kepada paslon 02.

Tetapi secara de jure, harus dipahami bahwa Demokrat masih sebagai bagian dari koalisi adil makmur hingga KPU menetapkan pemenang pilpres setelah keputusan inkrah di Mahkamah Konstitusi.

"Karena itu, sebagai partai politik, mestinya Demokrat lebih mengedepankan komitmen politik dalam berjuang hingga akhir, dan tidak harus meninggalkan teman yang sedang dirundung prahara politik pilpres," demikian Ahmad Atang.

Baca juga: Sikap PAN-Demokrat dinilai sebagai pengembara demokrasi
Baca juga: Demokrat selalu kalah dalam daya tawar politik
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar