Wilayah perairan laut NTT alami perubahan sangat cepat

id bmkg cuaca alami perubahan cepat

Wilayah perairan laut NTT alami perubahan sangat cepat

Ota Welly Jenni Thalo. (ANTARA/Bernadus Tokan)

Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa bulan terakhir ini mengalami perubahan cuaca yang sangat cepat, terutama wilayah perairan laut.
Kupang (ANTARA) - Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa bulan terakhir ini mengalami perubahan cuaca yang sangat cepat, terutama wilayah perairan laut.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Ota Welly Jenni Thalo yang dikonfirmasi ANTARA di Kupang, Rabu (4/9) mengakui, telah terjadi perubahan cuaca yang begitu cepat. Bahkan cuaca di wilayah perairan laut, hampir setiap hari mengalami perubahan, katanya.

Dalam tahun 2019 ini, perubahan cuaca sangat cepat Kemungkinan ada kaitan dengan perubahan iklim. Hanya saja, perlu dilakukan kajian secara ilmiah untuk bisa memastikan penyebab dari adanya perubahan cuaca yang terjadi selama beberapa bulan terakhir ini.

"Saya tidak bisa mengatakan bahwa perubahan cuaca yang cepat ini karena adanya perubahan iklim, karena harus ada kajian secara ilmiah terlebih dahulu," katanya menjelaskan.

Baca juga: Gelombang 3,5 meter landa Laut Sawu

Namun, masyarakat harus tetap waspada, terlebih operator pelayaran dan nelayan, agar perubahan cuaca yang terjadi hampir setiap saat ini tidak berdampak pada musibah di perairan laut.

Dia juga meminta operator pelayaran dan nelayan untuk selalu mengikuti perkembangan cuaca yang dikeluarkan BMKG, untuk dijadikan sebagai acuan dalam melakukan aktivitas di wilayah perairan laut.

Gelombang 4 meter
BMKG juga mengingatkan operator pelayaran dan nelayan, untuk mewaspadai gelombang setinggi 4,0 meter yang berpotensi melanda wilayah laut Selat Sumba bagian Barat, Perairan Selatan Pulau Sumba dan Samudera Hindia Selatan NTT yang akan terjadi pada beberapa hari ke depan.

Selain itu, gelombang setinggi 3,0 meter berpotensi terjadi di Selat Sape bagian Selatan dan gelombang 3.5 meter berpotensi terjadi di Laut Sawu. BMKG juga memantau, potensi gelombang setinggi 2 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Ombai, perairan selatan Kupang hingga Pulau Rote, Laut Timor Selatan.

Sementara umumnya angin bertiup secara variabel dari arah Timur Laut-Tenggara dengan kecepatan 1 sampai 6 skala Beaufort. Potensi gelombang tinggi ini dipicu Tropical Storm Lingling 985 hPa di perairan Utara Filipina.

Sementara pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara umumnya dari Tenggara – Barat Daya dengan kecepatan 4 sampai 25 knot, sedangkan di wilayah Selatan dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 4 hingga 25 knot.

Baca juga: BMKG keluarkan peringatan dini
Baca juga: Perbedaan tekanan di Australia-Asia picu angin kencang di NTT
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar