Stok beras yang dikuasi Bulog NTT masih melimpah

id Bulog

Kepala Bulog wilayah NTT Eko Pranoto (kanan) memberikan cinderamata kepada Kajati NTT Pathor Rahman usai dilaksanakannya MoU penanganan kasus hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara di Kupang, NTT, Kamis (12/09/2019). (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

Stok beras yang dikuasai oleh Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur hingga saat ini mencapai 43.436 ton dan bisa bertahan hingga lima bulan ke depan.
Kupang (ANTARA) - Stok beras yang dikuasai oleh Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur hingga saat ini mencapai 43.436 ton dan bisa bertahan hingga lima bulan ke depan.

Kabolug NTT Eko Pranoto kepada ANTARA di Kupang, Kamis (12/9) mengatakan stok beras yang dikuasi tersebut, termasuk di antaranya 28.000 ton beras dari Jawa Timur yang saat ini sedang dalam pengapalan menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Melihat stok beras yang masih melimpah tersebut, Bulog meminta masyarakat NTT tak perlu khawatir dengan kelangkaan beras akibat musim kemarau yang panjang saat ini. Terkait masih melambungnya harga beras medium di pasaran, Eko Pranoto mengatakan bahwa kenaikan hanya Rp500/kg atau dari Rp9.000 menjadi Rp9.500/kg. "Bulog sendiri menjual beras medium dengan harga Rp8.600 per kilogram dengan harapan agar masyarakat bisa membelinya, karena harganya cukup terjangkau," ujarnya. Baca juga: Bulog-Kejati NTT tandatangani MoU terkait kasus hukum
Baca juga: Pasokan beras di NTT melimpah

 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar