Tingkat pengangguran terbuka di NTT bertambah 8,3 ribu orang

id BPS NTT

Tingkat pengangguran terbuka di NTT bertambah 8,3 ribu orang

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur, Darwis Sitorus. (ANTARA FOTO/HO-Dok)

BPS NTT mencatat tingkat pengangguran terbuka di provinsi setempat mencapai 3,35 persen atau bertambah 8,3 ribu orang.
Kupang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat tingkat pengangguran terbuka di provinsi setempat mencapai 3,35 persen atau bertambah 8,3 ribu orang.

"Penganggur di NTT pada Agustus 2019 tercatat  83 orang, bertambah 8,3 ribu orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun  2018 tercatat 74,7 ribu orang," kata Kepala BPS Provins NTT Darwis Sitorus di Kupang, Selasa (5/11).

Dia menjelaskan, penduduk di provinsi setempat yang bekerja pada Agustus 2019 mencapai 2,39 juta atau tercatat berkurang sekitar 16,9 ribu orang dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018 sebesar 2,41 juta orang.

Dia menyebutkan, dari sisi distribusi pekerjaan, sebagian besar penduduk bekerja pada kategori pertanian mencapai sebanyak 1,17 juta orang atau 48,7 persen, diikuti perdagangan besar-eceran 10,97 persen, dan industri pengolahan 10,2 persen.

Baca juga: Perekonomian NTT triwulan III tumbuh 3,87 persen
Baca juga: BPS NTT; Mari kita sukseskan SP 2020


Dia menyebutkan, distribusi pekerjaan sektor pertanian sendiri mengalami kontraksi atau pengurangan dengan share terbesar mencapai 6,03 persen.

Menurut Darwis, kondisi iklim berupa kemarau panjang dan ekstrim yang melanda sebagian besar wilayah setempat turut memberikan andil besar terhadap berkurangnya tenaga kerja di bidang pertanian.

"Para petani kita tidak bisa berbuat banyak selama kemarau ekstrim sehingga banyak yang menganggur seperti yang terlihat di daerah-daerah," katanya.

Dia mengatakan, namun jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di Tanah Air, tingkat pengangguran terbuka di NTT berada pada urutan kelima terendah.

Dia menambahkan, NTT memiliki potensi besar terutama dari sektor pariwisata yang jika dikembangkan secara pesat maka akan berdampak positif untuk mengurangi jumlah tingkat pengangguran.

"Kalau pariwisata berkembang pesat di NTT seperti di Bali maka lowongan pekerjaan semakin terbuka sehingga bisa bealih, dengan begitu bisa menekan angka pengangguran secara signifikan," katanya.

Baca juga: BPS NTT mulai sosialisasi kegiatan SP-2020
Baca juga: Perekonomian NTT triwulan II-2019 tumbuh 6,36 persen
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar