Penyeberangan Kupang-Deri dibuka dua kali dalam sepekan

id asdp

Penyeberangan Kupang-Deri dibuka dua kali dalam sepekan

Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, Hermin Welkis. (ANTARA/Bernadus Tokan)

"Selama ini penyeberangan langsung Kupang-Deri hanya satu kali dalam seminggu yakni setiap hari Jumat, tetapi mulai pekan depan ditambah satu kali menjadi dua kali," kata Hermin Welkis..
Kupang (ANTARA) - PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry Cabang Kupang, mulai pekan depan akan menambah jadwal penyeberangan langsung pada lintasan Kupang-Deri di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, dari satu kali menjadi dua kali seminggu yakni Selasa dan Jumat.

"Selama ini penyeberangan langsung Kupang-Deri hanya satu kali dalam seminggu yakni setiap hari Jumat, tetapi mulai pekan depan ditambah satu kali menjadi dua kali," kata Manager Usaha PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry Cabang Kupang, Hermin Welkis di Kupang, Senin (20/1).

Penambahan jadwal pelayaran ke Pulau Adonara ini, kata dia, karena animo masyarakat untuk menggunakan jasa penyeberangan dari dan ke dearah itu terus mengalami peningkatan sejak dibuka beberapa bulan lalu.

Selain menambah jadwal penyeberangan, ASDP juga mengubah jadwal dan waktu keberangkatan kapal dari Deri-Kupang, untuk memberikan kemudahan bagi para pengguna jasa penyeberangan yang tinggal jauh dari pelabuhan.

Selama para penumpang sudah harus berada di pelabuhan penyeberangan Deri paling lambat pukul 07.00 WITA, padahal kapal baru bertolak ke Kupang pada sore hari karena masih singgah di Lewoleba.
Pelabuhan Deri (ANTARA/Bernadus Tokan)

Karena itu, jadwal keberangkatan kapal dari Deri-Kupang dengan menyinggahi Lewoleba akan diubah dari pukul 07.00 WITA menjadi pukul 14.00 WITA setiap Jumat dan Sabtu.

"Nanti kapal hanya singgah di Lewoleba paling lama 1-2 jam untuk menjemput penumpang dan langsung berangkat ke Kupang. Jadi penumpang tidak menunggu hingga 8-10 jam di Lewoleba seperti yang terjadi selama ini," katanya.

Rute penyeberangan pada setiap Selasa adalah Kupang - Lewoleba - Deri - Alor - Deri - Lewoleba - Kupang. Sedangkan rute penyeberangan pada setiap Jumat adalah Kupang - Lewoleba - Deri - Solor - Larantuka - Solor - Deri - Lewoleba - Kupang. 

Hanya Kupang
Hermin Welkis ketika ditanya tentang kebijakan pembelian tiket kapal feri melalui Kantor Pos Indonesia, dengan tegas mengatakan, hanya penumpang dari Kupang tujuan ke daerah-daerah di NTT, yang bisa membeli tiket melalui kantor Pos Indonesia.

"Sementara penumpang dari daerah-daerah, yang hendak ke Kupang tetap membeli tiket pada loket yang tersedia di setiap pelabuhan penyeberangan," katanya.

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan tindaklanjut kerja sama antara PT ASDP Indonesia Ferry dengan PT Pos Indonesia, untuk menjual tiket kapal ASDP.

"Sementara ini hanya berlaku untuk penumpang atau pemilik kendaraan yang berangkat dari Kupang, yang bisa membeli tiket di kantor Pos Indonesia, tetapi dari daerah-daerah masih tetap membeli di loket yang tersedia di pelabuhan," katanya.
Kapal feri di pelabuhan penyeberangan Bolok Kupang. (ANTARA/Bernadus Tokan)

Menurut dia, kerja sama ini memang baik untuk menghindari antrean di pelabuhan untuk membeli tiket, tetapi antrean itu lebih sering terjadi di pelabuhan penyeberangan Bolok Kupang.

Kondisi ini, karena setiap hari ada beberapa kapal yang akan diberangkatkan ke daerah-daerah, sementara dari daerah kapal tidak berangkat setiap hari dan juga hanya satu kapal, sehingga masih bisa dilayani.

Selain, masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan lebih banyak berada di pulau-pulau, yang mungkin saja kesulitan menjangkau kantor Pos Indonesia.

Penumpang Deri di Pulau Adonara tujuan - Kupang misalnya, lebih mudah membeli tiket di pelabuhan, ketika harus ke Kantor Pos yang ada di Waiwerang.

"Jadi sementara ini, hanya penumpang dari Kupang saja yang bisa membeli tiket di Pos Indonesia. Dari daerah-daerah tujuan Kupang tetap membeli di pelabuhan," katanya menambahkan.
Kapal-kapal milik ASDP, beberapa hari lalu lego jangkar di perairan laut pantai Hansisi untuk menghindari amukan gelombang. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan)
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar