NTT putuskan tunda pelaksanaan Ujian Nasional

id virus corona,Ujian nasional, ntt, covid-19

NTT putuskan tunda pelaksanaan Ujian Nasional

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Benyamin Lola (kiri) mendampingi Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (kanan) ketika memantau melaksanaan UN di NTT beberapa waktu lalu. (ANTARA/Bernadus Tokan)

Sejalan dengan instruksi gubernur tentang sekolah diliburkan, maka pelaksanaan Ujian Nasional pada akhir Maret ini juga ditunda
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memutuskan untuk menunda pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2020 untuk SMA/SMK di provinsi berbasiskan kepulauan itu guna mengantisipasi penularan Virus Corona (COVID-19).

"Keputusan penundaan pelaksanaan UN itu, sebagai langkah antisipasi pemerintah terhadap resiko penularan Virus Corona atau COVID-19 di provinsi berbasis kepulauan itu," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Benyamin Lola di Kupang, Jumat (20/3).

Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan instruksi Gubernur NTT, untuk meliburkan anak-anak sekolah mulai 20 Maret hingga 4 April, dan dampaknya terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di NTT.

"Sejalan dengan instruksi gubernur tentang sekolah diliburkan, maka pelaksanaan Ujian Nasional pada akhir Maret ini juga ditunda," katanya.

Menurut dia, pelaksanaan Ujian Nasional akan disampaikan setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT melakukan koordinasi dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), dan Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan RI.

Benyamin Lola juga mengingatkan para guru agar proses belajar mengajar harus tetap dilaksanakan, dengan menggunakan media online selama anak-anak dirumahkan.

Kondisi ini penting, agar anak-anak didik, terutama mereka yang akan menghadapi Ujian Nasional tetap mempersiapkan diri.

"Jadi kami mengharapkan, para guru agar menyiapkan materi untuk proses pembelajaran dari rumah," katanya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Jelamu Ardu Marius, kebijakan meliburkan sekolah perlu dilakukan saat ini untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran Virus Corona atau COVID-19.

"Walaupun pasien yang kategori orang dalam pemantauan (ODP), namun upaya pencegahan tetap perlu dilakukan," katanya menambahkan.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar