Gubernur NTT minta waspadai DBD

id demam berdarah di NTT

Gubernur NTT minta waspadai DBD

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat. (Antara/ Benny Jahang)

..NTT termasuk daerah rawan penyakit DBD sehingga secara dini, pemerintah NTT mengingatkan seluruh kepala daerah di provinsi berbasis kepulauan ini agar melakukan antisipasi terjadinya serangan penyakit DBD.
Kupang (ANTARA) -
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat mengingatkan bupati/wali kota di daerah ini untuk tidak hanya fokus pada penanganan COVID-19 tetapi juga mewaspadai terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada musim pancaroba

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu ketika dihubungi di Kupang, Minggu, (19/4) mengatakan bahwa NTT termasuk daerah rawan penyakit DBD sehingga secara dini pemerintah NTT mengingatkan seluruh kepala daerah di provinsi berbasis kepulauan ini agar melakukan antisipasi terjadinya serangan penyakit DBD.

"Gubernur NTT telah mengingatkan para bupati/wali kota di NTT untuk mengantisipasi terjadinya serangan penyakit DBD saat daerah ini memasuki musim pancaroba," tegas Marius.

Baca juga: Kematian akibat DBD di NTT capai 43 kasus

Menurut dia, dalam kegiatan telekonferens bersama para bupati dan wali kota pada Kamis (16/4/2020), Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, telah mengingatkan para kepala daerah untuk tidak hanya fokus dalam penanganan COVID-19, tetapi perlu mewaspadai terjadinya serangan penyakit DBD yang setiap tahun melanda daerah ini.

Ia mengatakan, mengantisipasi terjadinya penyakit DBD diharapkan kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menjaga kebersihan lingkungan rumah guna mencegah nyamuk aedes aegypti berkembang.
Baca juga: Kekhawatiran di NTT saat ini justru pada DBD

"Kami berharap masyarakat NTT untuk menjaga kebersihan tempat tingalnya masing-masing sehingga nyamuk DBD tidak berkembang biak dengan mudah. Apabila ada kaleng-kaleng bekas sebaiknya dimusnahkan dengan cara dikubur agar nyamuk aides aegypti tidak mudah berkembang," tegas Marius.