Presiden Jokowi: Permintaan barang konsumsi sudah naik

id presiden jokowi,konsumsi masyarakat,usaha kecil ,bantuan modal kerja

Presiden Jokowi: Permintaan barang konsumsi sudah naik

Ilustrasi: Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Kepala Staff Presiden Moeldoko (kanan) berpidato di sela pemberian bantuan modal kerja kepada pedagang kecil yang terdampak COVID-19 di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Presiden memberikan bantuan sebesar Rp2,4 juta kepada masing-masing pedagang. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

Omzet memang turun karena memang permintaan yang menurun, tapi angka yang saya punya Juni 2020 sudah mulai naik, Insya Allah ini Juli, nanti Agustus juga akan naik lebih tinggi lagi, sehingga kita harapkan normal kembali, sehingga omzet bapak ibu nor

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tingkat permintaan masyarakat terhadap barang konsumsi dan jasa sudah mulai pulih dan meningkat di Juni, Juli, dan akan berlanjut di Agustus 2020.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi kepada para pedagang kecil dan mikro yang diundang ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, (24/7) ini. Para pedagang tersebut akan diberikan Bantuan Modal Kerja (BMK) oleh Presiden.

Beberapa pedagang yang hadir merupakan pelaku usaha skala kecil dan mikro, di antaranya pedagang yang setiap harinya berjualan sayuran, es, atau kudapan lainnya.

Baca juga: Presiden mengaku senang mulai ada laporan positif soal ekonomi

“Omzet memang turun karena memang permintaan yang menurun, tapi angka yang saya punya Juni 2020 sudah mulai naik, Insya Allah ini Juli, nanti Agustus juga akan naik lebih tinggi lagi, sehingga kita harapkan normal kembali, sehingga omzet bapak ibu normal kembali,” kata Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan di halaman Istana Kepresidenan Bogor itu, pedagang yang diundang Presiden Jokowi adalah pedagang yang setiap harinya berjualan secara keliling, pedagang kaki lima, dan pedagang yang memiliki skala produksi rumahan.

Presiden Jokowi ingin memberitahukan kepada para pedagang bahwa ada peluang kenaikan omzet saat ini dan beberapa waktu ke depan. Pulihnya permintaan diharapkan dapat meringankan beban pedagang kecil dan mikro, setelah mereka tertekan karena menurunnya pendapatan di tengah situasi pandemi COVID-19.

Presiden juga memberikan bantuan modal kerja sebesar Rp2,4 juta kepada masing-masing pedagang. Total, bantuan modal kerja itu akan diberikan kepada 12 juta pedagang kecil dan mikro di Tanah Air.

Presiden Jokowi menjelaskan dirinya mengetahui sejumlah pelaku usaha kecil dan mikro merasakan penurunan pendapatan atau omzet secara drastis, bahkan hingga 50 persen akibat pandemi COVID-19.

Namun, kata Presiden Jokowi, tekanan di sektor riil tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia. Di negara lain, termasuk juga negara-negara maju, tekanan ekonomi justeru dirasakan lebih tinggi.

Baca juga: Presiden Jokowi: Jika kuartal III ekonomi tidak naik, situasi lebih sulit

“Ingat ya negara lain jualan gak laku karena ada lockdown (penutupan wilayah), orang gak boleh bepergian, gak boleh ke mana-mana, gak bisa bayangin, kita patut bersyukur omzet masih Rp300 ribu, Rp200 ribu, Rp100 ribu, disyukuri kita harus bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Taála,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden juga berusaha memotivasi pelaku usaha kecil dan mikro agar tidak patah semangat dalam menghadapi tekanan pandemi COVID-19.

“Ini cobaan yang kita hadapi dengan bekerja lebih keras lagi, berusaha lebih keras lagi, tidak ada kata-kata menyerah,” ujar Presiden Jokowi.

Pertemuan dan pemberian bantuan modal kerja  secara langsung ini sudah keempat-kalinya dilakukan Presiden Jokowi selama masa pandemi COVID-19.

Penyelamatan usaha kecil dan mikro memang menjadi salah satu fokus Presiden Jokowi di tengah pandemi COVID-19. Dalam rapat terbatas di Juni 2020 lalu, dia meminta jajarannya segera merealisasikan stimulus di bidang ekonomi agar dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha kecil.

Baca juga: Jokowi Jokowi ajak pedagang kecil bersyukur saat beri bantuan modal kerja

Pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp695,2 triliun untuk menangani pandemi Virus Corona dan dampak yang menyertainya, sebagaimana yang tertuang dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar