
Daerah Rawan Bencana di Kota Kupang

"Enam wilayah rawan bencana tanah longsor itu, termasuk juga kawasan kota dengan pemukiman penduduk yang padat," kata Ade Manafe.
Kupang (Antara NTT) - Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang mencatat enam lokasi di wilayah ibu kota Nusa Tenggara Timur yang rawan bencana tanah longsor, yakni Tuak Daun Merah (TDM), Mantasi, Fatufeto, Manutapen, Fontein serta Air Nona jika wilayah tersebut dilanda hujan.
"Enam wilayah rawan bencana tanah longsor itu, termasuk juga kawasan kota dengan pemukiman penduduk yang padat," kata Kepala BPBD Kota Kupang Ade Manafe di Kupang, Jumat, dan menjelaskan masyarakat di wilayah itu banyak bermukim di lereng bukit serta bantaran kali.
Ia mengatakan dalam musim hujan tahun 2016 lalu, daerah-daerah tersebut mengalami longsoran yang kemudian menimpa rumah penduduk yang berada di lereng bukti serta bantaran kali. "Memang tidak ada korban jiwa namun menimbulkan kerugian material," katanya.
"Kami berharap agar masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk pindah ke tempat yang lebih aman selama musim hujan sehingga terhindar dari bencana tanah longsor. Kita telah mengimbau melalui mimbar gereja agar waspada terhadap bencana alam saat musim hujan," ujarnya.
Ia juga berharap warga Kota Kupang dapat mengikuti berbagai perkembangan cuaca yang disampaikan BMKG agar bisa mengantisipasi jika terjadi bencana alam, seperti tanah longsor dan puting beliung serta bdai petir.
Pewarta : Bennidiktus Jahang
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
