Monumen Pancasila tetap dibangun

id gubernur

Monumen Pancasila tetap dibangun

Gubernur NTT Frans Lebu Raya menegaskan pembangunan monumen Pancasila setinggi 30 meter tetap dilaksanakan dalam tahun ini. (Foto ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Pembangunan monumen Garuda Pancasila setinggi 30 meter di puncak bukit tepi pantai di kawasan Bolok, Kabupaten Kupang tetap dilakukan.
Kupang (Antaranews NTT) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya menegaskan pembangunan monumen Garuda Pancasila setinggi 30 meter di puncak bukit tepi pantai di kawasan Bolok, Kabupaten Kupang tetap dilakukan.

"Memang ada sejumlah fraksi di DPRD NTT yang menolak untuk dibangun, tetapi pemerintah tetap membangun, apalagi sudah mendapat persetujuan dari Menteri Dalam Negeri," katanya kepada wartawan di Kupang, Rabu.

Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan adanya penolakan dari sejumlah fraksi di DPRD NTT tentang rencana pemerintah membangun monumen Garuda Pancasila di kawasan Bolok Kupang.

Menurut dia, rencana pembangunan monumen Garuda Pancasila mendapat dukungan dari masyarakat yang menyerahkan tanahnya untuk dijadikan sebagai lokasi pembangunan monumen.

Di samping itu, para aparatur sipil negara (ASN) juga sudah mengumpulkan uang sebagai bagian dari dukungan terhadap rencana pembangunan monumen itu.

"Jadi kita tetap akan membangun monumen Garuda Pancasila pada tahun 2018 ini," katanya dan menambahkan adanya penolakan terhadap rencana pembangunan monumen itu sebagai bagian dari dinamika untuk kepentingan kemajuan suatu daerah.

"Dulu saya mau bangun kantor gubernur, semua orang ribut. Setiap hari saya dicaci maki dan di protes, tetapi sekarang setiap hari sampai jam sepuluh malam orang masih foto-foto di depan kantor gubernur," katanya.

"Saya tahu karena saya selalu pulang jam sembilan atau sepuluh malam dari kantor kecuali ada acara," kata Lebu Raya yang akan mengakhiri masa jabatan keduanya pada Juli 2018. Hal itu, katanya, artinya tidak semua orang sependapat jika ada pemimpin yang ingin melakukan perubahan.

Wakil Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT Theo Widodo secara terpisah mengatakan bahwa monumen Garuda Pancasila yang siap dibangun di atas tanah hibah 5.000 meter persegi itu sebagai ungkapan bakti kepada Tanah Air, Indonesia tercinta.

Menurut dia, monumen Garuda Pancasila dibuat untuk menyatakan kepada seluruh anak bangsa bahwa Pancasila yang lahir di Bumi Flobamora di Ende akan tetap berdiri kokoh sepanjang masa.

NTT, kata pengusaha yang menghibahkan tanahnya seluas lima hektare itu, siap mengawal Pancasila sampai kapan pun.

"Semboyan Bhineka Tunggal Ika yang ada dalam cengkeraman kuku Garuda juga mau mengatakan kepada dunia bahwa di sini, di NTT yang terdiri dari begitu banyak suku, agama, dan golongan, kami semua sudah hidup rukun turun temurun sejak zaman dahulu kala dan akan tetap seperti itu untuk selamanya," katanya.

Monumen itu, katanya, akan berdiri megah setinggi 30 meter menghadap ke laut, bisa dilihat dari Pelabuhan Penyeberangan Feri, Pelabuhan Kargo Tenau, maupun penumpang pesawat yang biasanya melintas di atas Bolok.

Rencana pembangunan monumen itu sudah dideklarasikan di aula Rumah Jabatan Gubernur NTT. Gubernur NTT Frans Lebu Raya memimpin acara deklarasi tersebut, yang antara lain dihadiri berbagai kalangan.