
Amfoang Utara terisolir total

Cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur mengakibatkan arus transportasi darat maupun laut menuju Kecamatan Amfoang Utara putus total menyebabkan daerah itu terisolasi total.
Kupang (Antaranews NTT) - Cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur mengakibatkan arus transportasi darat maupun laut menuju Kecamatan Amfoang Utara putus total menyebabkan daerah itu terisolasi total.
"Transportasi darat dari Kupang ke Naikliu, ibu kota Kecamatan Amfoang Utara, putus total karena kendaraan bus dan truk yang melayani daerah itu berhenti beroperasi karena kondisi jalan yang berlumpur dengan medan yang berat," kata Camat Andreas Nai Sunis di Oelamasi, Senin.
Ia menjelaskan sejak awal Januari 2018 wilayah Amfoang Utara yang berbatasan dengan wilayah Timor Leste itu diguyur hujan yang sangat lebat menyebabkan jalan poros utara yang sering dilintasi kendaraan menuju Kupang rusak berat.
"Semua kendaraan bus dan truk tidak bisa melalui jalan poros utara. Kendaraan yang rutin melayani penumpang dan mengangkut sembako bagi kebutuhan masyarakat Amfoang Utara berhenti beroperasi," tegas Andreas.
Ia menjelaskan kendaraan yang bisa menerobos medan jalan berlumpur menuju wilayah Amfoang utara hanya kendaraan jenis dobel gardan.
"Kendaraan dobel gardan saja yang mampu menuju Amfoang Utara dengan lama perjalanan sekitar sembilan jam. Kendaraan seperti ini jumlahnya sekitar empat unit dengan jumlah penumpang yang diangkut terbatas dengan ongkos Rp100.000 perpenumpang," tegasnya.
Menurut Adreas yang sudah sepuluh tahun menjadi Camat Amfoang Utara, selain jalan berlumpur, puluhan sungai sering meluap akibat curah hujan yang tinggi di pegunungan Timau dan Amfoang.
"Apabila terjadi banjir maka kendaraan yang hendak menuju Amfoang maupun sebaliknya harus menginap di seberang sungai menunggu air banjir surut sebelum melanjutkan perjalanan ke Kupang maupun menuju Amfoang Utara," kata Andreas.
Menurut dia, jalur lintas poros tengah menjadi jalur jalan alternatif yang bisa digunakan saat cuaca ekstrem seperti ini, namun karena proses pembangunan jalan strategis nasional yang belum tuntas dikerjakan sehingga belum bisa dilintasi kendaraan menuju Amfoang saat musim ekstrem seperti ini.
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
