Elektrifikasi di Flores Timur sudah 100 persen

id BUMN

Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) bersama Gubernur NTT Frans Lebu Raya (kanan) dan Bupati Flores Timur Antonius Hadjon saat berlayar dengan kapal feri menuju Pulau Adonara. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha).

Flores Timur akan menjadi kabupaten pertama di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini yang realisasi program elektrifikasinya sudah mencapai 100 persen
Kupang (AntaraNews NTT) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengemukakan Flores Timur akan menjadi kabupaten pertama di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini yang realisasi program elektrifikasinya sudah mencapai 100 persen

"Rasio elektrifikasi listrik di Kabupaten Flores Timur tinggal 3 persen dan akan menjadi kabupaten pertama di NTT yang desa-desanya sudah berlistrik semuanya," kata Gubernur Frans Lebu Raya di Kupang, Jumat.

Gubernur dua periode itu mengakui, memang masih banyak desa di provinsi yang memiliki 21 kabupaten itu belum terlistriki, namun sebagian di antaranya sudah menunjukkan kemajuan yang signifikan, salah satunya di Flores Timur yang diperkirakan akan menjadi 100 persen kabupaten berlistrik dalam Tahun 2018.

"Tentu secara bertahap semua desa akan dilistriki dan terus dikerjakan karena ini sudah menjadi komitmen pembangunan dari Bapak Presiden Jokowi untuk 100 persen Indonesia terang," katanya.

Ia berharap, seiring rasio desa berlistrik yang semakin bertambah dapat memudahkan aktivitas masyarakat di desa-desa untuk menghidupkan roda perekonomiannya.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara PT PLN Persero, Djoko R Abumanan, secara terpisah menjelaskan, kondisi rasio desa berlistrik di Kabupaten Flores Timur per Desember 2017 sudah mencapai sebesar 91,20 persen.

Hanya tersisah 22 desa di Flores Timur yang belum berlistrik dan sementara sedang dikerjakan dan ditargetkan akan tuntas dalam tahun 290918 ini, katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Antara di Kupang.

Ia mengatakan, salah satu upaya percepatan 100 persen desa berlistrik di kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Flores itu dilakukan dengan penyambungan listrik secara gratis melalui bantutan sosial dana CSR (Corporate Social Responsibility) yang digelontorkan BUMN.

Ia mencontohkan, seperti bantuan penyambungan listrik gratis bagi 305 kepala keluarga di Kecamatan Tanjung Bung dengan nilai lebih dari Rp730 juta dalam rangkaian kunjungan kerja Menteri BUMN Rini Soemarno ke Flores Timur beberapa waktu lalu.

Selain itu, lanjutnya, penyambungan listrik gratis juga diberikan bagi 21 rumah warga di Desa Waiwuring, Kecamatan Witihama di Pulau Adonara. "Dengan penyambungan listrik di Desa Waiwuring ini membuat 121 desa di Pulau Adonara menjadi 100 persen berlistrik," katanya.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar